<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>profil &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/profil/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "profil"</description>
	<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 01:22:27 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Apa itu Asuransi Syari'ah...?]]></title>
<link>http://agenasuransiku.wordpress.com/?p=48</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 10:09:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>agenasuransiku</dc:creator>
<guid>http://agenasuransiku.no.wordpress.com/2008/10/07/apa-itu-asuransi-syariah/</guid>
<description><![CDATA[Defenisi Asuransi Syari&#8217;ah


Asuransi Syari’ah
Sumber : www.syariahonline.com
Definisi asura]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h2 class="date-header"><a href="http://agenasuransiku.wordpress.com/files/2008/10/tuntas-madani.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-49" title="tuntas-madani" src="http://agenasuransiku.wordpress.com/files/2008/10/tuntas-madani.jpg" alt="" width="225" height="64" /></a><a href="http://anak-cilegon.blogspot.com/2007/10/defenisi-asuransi-syariah.html">Defenisi Asuransi Syari'ah</a></h2>
<div class="post hentry">
<div class="post-body entry-content">
<p>Asuransi Syari’ah<br />
Sumber : <a href="http://www.syariahonline.com/new_index.php"><span style="color:#336699;">www.syariahonline.com</span></a></p>
<p>Definisi asuransi adalah sebuah akad yang mengharuskan<br />
perusahaan asuransi (muammin) untuk memberikan kepada<br />
nasabah/klien- nya (muamman) sejumlah harta sebagai<br />
konsekuensi dari pada akad itu, baik itu berbentuk<br />
imbalan, Gaji, atau ganti rugi barang dalam bentuk<br />
apapun ketika terjadi bencana maupun kecelakaan atau<br />
terbuktinya sebuah bahaya sebagaimana tertera dalam<br />
akad (transaksi), sebagai imbalan uang (premi) yang<br />
dibayarkan secara rutin dan berkala atau secara kontan<br />
dari klien/nasabah tersebut (muamman) kepada<br />
perusahaan asuransi (muammin) di saat hidupnya.</p>
<p>Berdasarkan definisi di atas dapat dikatakan bahwa<br />
asuransi merupakan salah satu cara pembayaran ganti<br />
rugi kepada pihak yang mengalami musibah, yang dananya<br />
diambil dari iuran premi seluruh peserta asuransi.</p>
<p>Beberapa istilah asuransi yang digunakan antara lain:</p>
<p>A. Tertanggung, yaitu anda atau badan hukum yang<br />
memiliki atau berkepentingan atas harta benda</p>
<p>B. Penanggung, dalam hal ini Perusahaan Asuransi,<br />
merupakan pihak yang menerima premi asuransi dari<br />
Tertanggung dan menanggung risiko atas<br />
kerugian/musibah yang menimpa harta benda yang<br />
diasuransikan</p>
<p>A. Asuransi Konvensional</p>
<p>A. Ciri-ciri Asuransi konvensional</p>
<p>Ada beberapa ciri yang dimiliki asuransi konvensional,<br />
diantaranya adalah:</p>
<p>1. Akad asuransii konvensianal adalah akad mulzim<br />
(perjanjian yang wajib dilaksanakan) bagi kedua belah<br />
pihak, pihak penanggung dan pihak tertanggung. Kedua<br />
kewajiban ini adalah kewajiban tertanggung menbayar<br />
primi-premi asuransi dan kewajiban penanggung membayar<br />
uang asuransi jika terjadi peristiwa yang<br />
diasuransikan.</p>
<p>2. Akad asuransi ini adalah akad mu’awadhah, yaitu<br />
akad yang didalamnya kedua orang yang berakad dapat<br />
mengambil pengganti dari apa yang telah diberikannya.</p>
<p>3. Akad asuransi ini adalah akad gharar karena<br />
masing-masing dari kedua belah pihak penanggung dan<br />
tertanggung pada waktu melangsungkan akad tidak<br />
mengetahui jumlah yang ia berikan dan jumlah yang dia<br />
ambil.</p>
<p>4. Akad asuransi ini adalah akad idzan (penundukan)<br />
pihak yang kuat adalah perusahan asuransi karena<br />
dialah yang menentukan syarat-syarat yang tidak<br />
dimiliki tertanggung,</p>
<p>B. Asuransi dalam Sudut Pandang Hukum Islam</p>
<p>Mengingat masalah asuransi ini sudah memasyarakat di<br />
Indonesia dan diperkirakan ummat Islam banyak terlibat<br />
di dalamnya, maka permasalahan tersebut perlu juga<br />
ditinjau dari sudut pandang agama Islam.</p>
<p>Di kalangan ummat Islam ada anggapan bahwa asuransi<br />
itu tidak Islami. Orang yang melakukan asuransi sama<br />
halnya dengan orang yang mengingkari rahmat Allah.<br />
Allah-lah yang menentukan segala-segalanya dan<br />
memberikan rezeki kepada makhluk-Nya, sebagaimana<br />
firman Allah SWT, yang artinya:</p>
<p>“Dan tidak ada suatu binatang melata pun dibumi<br />
melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (Q. S.<br />
Hud: 6)</p>
<p>“Dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari<br />
langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan<br />
(yang lain)?” (Q. S. An-Naml: 64)</p>
<p>“Dan kami telah menjadikan untukmu dibumi<br />
keperluan-keprluan hidup, dan (kami menciptakan pula)<br />
makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi<br />
rezeki kepadanya.” (Q. S. Al-Hijr: 20)</p>
<p>Dari ketiga ayat tersebut dapat dipahami bahwa Allah<br />
sebenarnya telah menyiapkan segala-galanya untuk<br />
keperluan semua makhluk-Nya, termasuk manusia sebagai<br />
khalifah di muka bumi. Allah telah menyiapkan bahan<br />
mentah, bukan bahan matang. Manusia masih perlu<br />
mengolahnya, mencarinya dan mengikhtiarkannya.</p>
<p>Melibatkan diri ke dalam asuransi ini, adalah<br />
merupakan salah satu ikhtiar untuk menghadapi masa<br />
depan dan masa tua. Namun karena masalah asuransi ini<br />
tidak dijelaskan secara tegas dalam nash, maka<br />
masalahnya dipandang sebagai masalah ijtihadi, yaitu<br />
masalah yang mungkin masih diperdebatkan dan tentunya<br />
perbedaan pendapat sukar dihindari.</p>
<p>Ada beberapa pandangan atau pendapat mengenai asuransi<br />
ditinjau dari fiqh Islam. Yang paling mengemuka<br />
perbedaan tersebut terbagi tiga, yaitu:</p>
<p>I. Asuransi itu haram dalam segala macam bentuknya,<br />
temasuk asuransi jiwa</p>
<p>Pendapat ini dikemukakan oleh Sayyid Sabiq, Abdullah<br />
al-Qalqii (mufti Yordania), Yusuf Qardhawi dan<br />
Muhammad Bakhil al-Muth‘i (mufti Mesir”).<br />
Alasan-alasan yang mereka kemukakan ialah:</p>
<p>- Asuransi sama dengan judi</p>
<p>- Asuransi mengandung ungur-unsur tidak pasti.</p>
<p>- Asuransi mengandung unsur riba/renten.</p>
<p>- Asurnsi mengandung unsur pemerasan, karena pemegang<br />
polis, apabila tidak bisa melanjutkan pembayaran<br />
preminya, akan hilang premi yang sudah dibayar atau di<br />
kurangi.</p>
<p>- Premi-premi yang sudah dibayar akan diputar dalam<br />
praktek-praktek riba.</p>
<p>- Asuransi termasuk jual beli atau tukar menukar mata<br />
uang tidak tunai.</p>
<p>- Hidup dan mati manusia dijadikan objek bisnis, dan<br />
sama halnya dengan mendahului takdir Allah.</p>
<p>II. Asuransi konvensional diperbolehkan</p>
<p>Pendapat kedua ini dikemukakan oleh Abd. Wahab Khalaf,<br />
Mustafa Akhmad Zarqa (guru besar Hukum Islam pada<br />
fakultas Syari‘ah Universitas Syria), Muhammad Yusuf<br />
Musa (guru besar Hukum Islam pada Universitas Cairo<br />
Mesir), dan Abd. Rakhman Isa (pengarang kitab<br />
al-Muamallha al-Haditsah wa Ahkamuha). Mereka<br />
beralasan:</p>
<p>- Tidak ada nash (al-Qur‘an dan Sunnah) yang melarang<br />
asuransi.</p>
<p>- Ada kesepakatan dan kerelaan kedua belah pihak.</p>
<p>- Saling menguntungkan kedua belah pihak.</p>
<p>- Asuransi dapat menanggulangi kepentingan umum, sebab<br />
premi-premi yang terkumpul dapat di investasikan untuk<br />
proyek-proyek yang produktif dan pembangunan.</p>
<p>- Asuransi termasuk akad mudhrabah (bagi hasil)</p>
<p>- Asuransi termasuk koperasi (Syirkah Ta‘awuniyah).</p>
<p>- Asuransi di analogikan (qiyaskan) dengan sistem<br />
pensiun seperti taspen.</p>
<p>III. Asuransi yang bersifat sosial di perbolehkan dan<br />
yang bersifat komersial diharamkan</p>
<p>Pendapat ketiga ini dianut antara lain oleh Muhammad<br />
Abdu Zahrah (guru besar Hukum Islam pada Universitas<br />
Cairo). Alasan kelompok ketiga ini sama dengan<br />
kelompok pertama dalam asuransi yang bersifat<br />
komersial (haram) dan sama pula dengan alasan kelompok<br />
kedua, dalam asuransi yang bersifat sosial (boleh).<br />
Alasan golongan yang mengatakan asuransi syubhat<br />
adalah karena tidak ada dalil yang tegas haram atau<br />
tidak haramnya asuransi itu.</p>
<p>Dari uraian di atas dapat dipahami, bahwa masalah<br />
asuransi yang berkembang dalam masyarakat pada saat<br />
ini, masih ada yang mempertanyakan dan mengundang<br />
keragu-raguan, sehingga sukar untuk menentukan, yang<br />
mana yang paling dekat kepada ketentuan hukum yang<br />
benar.</p>
<p>Sekiranya ada jalan lain yang dapat ditempuh, tentu<br />
jalan itulah yang pantas dilalui. Jalan alternatif<br />
baru yang ditawarkan, adalah asuransi menurut<br />
ketentuan agama Islam. Dalam keadaan begini, sebaiknya<br />
berpegang kepada sabda Nabi Muhammad SAW : “Tinggalkan<br />
hal-hal yang meragukan kamu (berpeganglah) kepada<br />
hal-hal yang tidak meragukan kamu.” (HR. Ahmad)</p>
<p>Asuransi syariah</p>
<p>A. Prinsip-prinsip dasar asuransi syariah</p>
<p>Suatu asuransi diperbolehkan secara syari, jika tidak<br />
menyimpang dari prinsip-prinsip dan aturan-aturan<br />
syariat Islam. Untuk itu dalam muamalah tersebut harus<br />
memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:</p>
<p>1. Asuransi syariah harus dibangun atas dasar taawun<br />
(kerja sama), tolong menolong, saling menjamin, tidak<br />
berorentasi bisnis atau keuntungan materi semata.<br />
Allah SWT berfirman, “Dan saling tolong menolonglah<br />
dalam kebaikan dan ketaqwaan dan jangan saling tolong<br />
menolong dalam dosa dan permusuhan.”</p>
<p>2. Asuransi syariat tidak bersifat mu’awadhoh, tetapi<br />
tabarru’ atau mudhorobah.</p>
<p>3. Sumbangan (tabarru’) sama dengan hibah (pemberian),<br />
oleh karena itu haram hukumnya ditarik kembali. Kalau<br />
terjadi peristiwa, maka diselesaikan menurut syariat.</p>
<p>4. Setiap anggota yang menyetor uangnya menurut jumlah<br />
yang telah ditentukan, harus disertai dengan niat<br />
membantu demi menegakan prinsip ukhuwah. Kemudian dari<br />
uang yang terkumpul itu diambilah sejumlah uang guna<br />
membantu orang yang sangat memerlukan.</p>
<p>5. Tidak dibenarkan seseorang menyetorkan sejumlah<br />
kecil uangnya dengan tujuan supaya ia mendapat imbalan<br />
yang berlipat bila terkena suatu musibah. Akan tetapi<br />
ia diberi uang jamaah sebagai ganti atas kerugian itu<br />
menurut izin yang diberikan oleh jamaah.</p>
<p>6. Apabila uang itu akan dikembangkan, maka harus<br />
dijalankan menurut aturan syar’i.</p>
<p>B. Ciri-ciri asuransi syari’ah</p>
<p>Asuransi syariah memiliki beberapa ciri, diantaranya<br />
adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Akad asuransi syari’ah adalah bersifat tabarru’,<br />
sumbangan yang diberikan tidak boleh ditarik kembali.<br />
Atau jika tidak tabarru’, maka andil yang dibayarkan<br />
akan berupa tabungan yang akan diterima jika terjadi<br />
peristiwa, atau akan diambil jika akad berhenti sesuai<br />
dengan kesepakatan, dengan tidak kurang dan tidak<br />
lebih. Atau jika lebih maka kelebihan itu adalah<br />
kentungan hasil mudhorobah bukan riba.</p>
<p>2. Akad asuransi ini bukan akad mulzim (perjanjian<br />
yang wajib dilaksanakan) bagi kedua belah pihak.<br />
Karena pihak anggota ketika memberikan sumbangan tidak<br />
bertujuan untuk mendapat imbalan, dan kalau ada<br />
imbalan, sesungguhnya imbalan tersebut didapat melalui<br />
izin yang diberikan oleh jama?ah (seluruh peserta<br />
asuransi atau pengurus yang ditunjuk bersama).</p>
<p>3. Dalam asuransi syari’ah tidak ada pihak yang lebih<br />
kuat karena semua keputusan dan aturan-aturan diambil<br />
menurut izin jama’ah seperti dalam asuransi takaful.</p>
<p>4. Akad asuransi syariah bersih dari gharar dan riba.</p>
<p>5. Asuransi syariah bernuansa kekeluargaan yang<br />
kental.</p>
<p>C. Manfaat asuransi syariah.</p>
<p>Berikut ini beberapa manfaat yang dapat dipetik dalam<br />
menggunakan asuransi syariah, yaitu:</p>
<p>1. Tumbuhnya rasa persaudaraan dan rasa sepenanggungan<br />
di antara anggota.</p>
<p>2. Implementasi dari anjuran Rasulullah SAW agar umat<br />
Islam saling tolong menolong.</p>
<p>3. Jauh dari bentuk-bentuk muamalat yang dilarang<br />
syariat.</p>
<p>4. Secara umum dapat memberikan perlindungan-<br />
perlindungan dari resiko kerugian yang diderita satu<br />
pihak.</p>
<p>5. Juga meningkatkan efesiensi, karena tidak perlu<br />
secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan<br />
untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak<br />
tenaga, waktu, dan biaya.</p>
<p>6. Pemerataan biaya, yaitu cukup hanya dengan<br />
mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu, dan tidak<br />
perlu mengganti/ membayar sendiri kerugian yang timbul<br />
yang jumlahnya tidak tertentu dan tidak pasti.</p>
<p>7. Sebagai tabungan, karena jumlah yang dibayar pada<br />
pihak asuransi akan dikembalikan saat terjadi<br />
peristiwa atau berhentinya akad.</p>
<p>8. Menutup Loss of corning power seseorang atau badan<br />
usaha pada saat ia tidak dapat berfungsi(bekerja) .</p>
<p>Perbandingan antara asuransi syariah dan asuransi<br />
konvensional.</p>
<p>A. Persamaan antara asuransi konvensional dan asuransi<br />
syari’ah.</p>
<p>Jika diamati dengan seksama, ditemukan titik-titik<br />
kesamaan antara asuransi konvensional dengan asuransi<br />
syariah, diantaranya sbb:</p>
<p>1. Akad kedua asuransi ini berdasarkan keridloan dari<br />
masing-masing pihak.</p>
<p>2. Kedua-duanya memberikan jaminan keamanan bagi para<br />
anggota</p>
<p>3. Kedua asuransi ini memiliki akad yang bersifad<br />
mustamir (terus)</p>
<p>4. Kedua-duanya berjalan sesuai dengan kesepakatan<br />
masing-masing pihak.</p>
<p>B. Perbedaan antara asuransi konvensional dan asuransi<br />
syariah.</p>
<p>Dibandingkan asuransi konvensional, asuransi syariah<br />
memiliki perbedaan mendasar dalam beberapa hal.</p>
<p>Pertama, keberadaan Dewan Pengawas Syariah dalam<br />
perusahaan asuransi syariah merupakan suatu keharusan.<br />
Dewan ini berperan dalam mengawasi manajemen, produk<br />
serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan<br />
dengan syariat Islam. Adapun dalam asuransi<br />
konvensional, maka hal itu tidak mendapat perhatian.</p>
<p>Kedua, prinsip akad asuransi syariah adalah takafuli<br />
(tolong-menolong) . Yaitu nasabah yang satu menolong<br />
nasabah yang lain yang tengah mengalami kesulitan.<br />
Sedangkan akad asuransi konvensional bersifat tadabuli<br />
(jual-beli antara nasabah dengan perusahaan).</p>
<p>Ketiga, dana yang terkumpul dari nasabah perusahaan<br />
asuransi syariah (premi) diinvestasikan berdasarkan<br />
syariah dengan sistem bagi hasil (mudharobah) .<br />
Sedangkan pada asuransi konvensional, investasi dana<br />
dilakukan pada sembarang sektor dengan sistem bunga.</p>
<p>Keempat, premi yang terkumpul diperlakukan tetap<br />
sebagai dana milik nasabah. Perusahaan hanya sebagai<br />
pemegang amanah untuk mengelolanya. Sedangkan pada<br />
asuransi konvensional, premi menjadi milik perusahaan<br />
dan perusahaan-lah yang memiliki otoritas penuh untuk<br />
menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut.</p>
<p>Kelima, untuk kepentingan pembayaran klaim nasabah,<br />
dana diambil dari rekening tabarru (dana sosial)<br />
seluruh peserta yang sudah diikhlaskan untuk keperluan<br />
tolong-menolong bila ada peserta yang terkena musibah.<br />
Sedangkan dalam asuransi konvensional, dana pembayaran<br />
klaim diambil dari rekening milik perusahaan.</p>
<p>Keenam, keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah<br />
selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku<br />
pengelola, dengan prinsip bagi hasil. Sedangkan dalam<br />
asuransi konvensional, keuntungan sepenuhnya menjadi<br />
milik perusahaan. Jika tak ada klaim, nasabah tak<br />
memperoleh apa-apa.</p>
<p>Dari perbandingan di atas, dapat diambil kesimpulan<br />
bahwa asuransi konvensional tidak memenuhi standar<br />
syar’i yang bisa dijadikan objek muamalah yang syah<br />
bagi kaum muslimin. Hal itu dikarenakan banyaknya<br />
penyimpangan- penyimpangan syariat yang ada dalam<br />
asuransi tersebut.</p>
<p>Oleh karena itu hendaklah kaum muslimin menjauhi dari<br />
bermuamalah yang menggunakan model-model asuransi yang<br />
menyimpang tersebut, serta menggantinya dengan<br />
asuransi yang senafas dengan prinsip-prinsip muamalah<br />
yang telah dijelaskan oleh syariat Islam seperti<br />
bentuk-bentuk asuransi syariah yang telah kami<br />
paparkan di muka.</p>
<p>Wallahu a‘lam bishshowab.</p>
<p>Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.</p>
<p>Sumber :<a href="http://www.syariahonline.com/new_index.php"><span style="color:#336699;"> www.syariahonline.com</span></a></div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Auf zu mir!]]></title>
<link>http://oktobervolos.wordpress.com/?p=64</link>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 16:38:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>trendskater</dc:creator>
<guid>http://oktobervolos.no.wordpress.com/?p=64</guid>
<description><![CDATA[
Ich bin ein Freund des Sounds. Gern laut, auch sanft - gut, wenn es rockt. Was sonst noch? Checkt d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>
Ich bin ein Freund des Sounds. Gern laut, auch sanft - gut, wenn es rockt. Was sonst noch? Checkt doch den Text ...<!--more--></p>
<p>Kurz auf den Punkt, denn das soll ja so. Nun ja: Start in den USA, als Kind, da war ich ein Jahr alt. Und was einst war? Abi 97, dann beim Bund, dann ein Job. Dann Uni, denn der Job war nett, doch nicht so ganz mein Ding. Ich mag Film und ich hab ein Mag im Netz. Da geht es um Bands, und das braucht viel Zeit. Im Job bin ich jetzt meist auch im Netz - das macht mir Spaß. Ich will mal nen Hund, doch jetzt ist das nicht drin: Kein Platz im Haus, und dann der Job … ne, macht kaum Sinn. (Doch das hier nur am Rand.) Ich mag auch Sport (aber nichts mit Ball), gern les’ ich auf der Couch oder nehm’ mein Rad.</p>
<p>Ach so, gut für den Schluss: man nennt mich Chris. Das ist kurz, und leicht für den Kopf.</p></div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Zu mir!]]></title>
<link>http://trendskater.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 15:17:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>trendskater</dc:creator>
<guid>http://trendskater.no.wordpress.com/2008/10/06/zu-mir/</guid>
<description><![CDATA[Ich bin ein Freund des Sounds. Gern laut, auch sanft - gut, wenn es rockt. Was sonst noch? Lest doch]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ich bin ein Freund des Sounds. Gern laut, auch sanft - gut, wenn es rockt. Was sonst noch? Lest doch den Text!</p>
<p><!--more--></p>
<p>Kurz auf den Punkt, denn das soll ja so. Nun ja: Start in den USA, als Kind, da war ich eins. Und was einst war? Abi 97, dann beim Bund, dann ein Job. Dann Uni, denn der Job war nett, doch nicht so ganz mein Ding. Ich mag Film und ich hab ein Mag im Netz. Da geht es um Bands, und das braucht viel Zeit. Im Job bin ich jetzt meist auch im Netz - das macht mir Spaß. Ich will mal nen Hund, doch jetzt ist das nicht drin: Kein Platz im Haus, und dann der Job ... ne, macht kaum Sinn. (Doch das hier nur am Rand.) Ich mag auch Sport (aber nichts mit Ball), gern les' ich auf der Couch oder nehm' mein Rad.</p>
<p>Ach so, gut für den Schluss: man nennt mich Chris. Das ist kurz, und leicht für den Kopf.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[George Simon Ohm]]></title>
<link>http://yonni1967.wordpress.com/?p=175</link>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 14:23:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>yonni1967</dc:creator>
<guid>http://yonni1967.no.wordpress.com/2008/10/05/george-simon-ohm/</guid>
<description><![CDATA[Iklan Baris - Promosi Bersama
Iklan Baris Promo Bersama merupakan metode promosi revolusioner yang m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><a rel="follow" href="http://www.promobersama.com">Iklan Baris - Promosi Bersama</a><br />
Iklan Baris Promo Bersama merupakan metode promosi revolusioner yang menerapkan sistem Network Marketing Promo Bersama dan Iklan Baris</span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.promobersama.com" target="_blank">http://www.promobersama.com</a></p>
<p style="text-align:center;">
<h1 class="western" style="border:1px solid #000000;text-align:center;padding:.04cm .14cm;"><span style="color:#008000;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;">George Simon Ohm (1787-1854)</span></span></span></h1>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><a href="http://yonni1967.wordpress.com/files/2008/10/ohm-poto1.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-179" title="ohm-poto1" src="http://yonni1967.wordpress.com/files/2008/10/ohm-poto1.jpg?w=76" alt="" width="76" height="96" /></a></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Georg Simon Ohm was a German physicist born in Erlangen, Bavaria, on </span></span></span><strong><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">March 16, 1787</span></span></span></strong><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">. As a high school teacher, Ohm started his research with the recently invented </span></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://corrosion-doctors.org/Electrochem/Cell.htm" target="_top"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">electrochemical cell</span></span></span></a></span></span><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">, invented by Italian Count Alessandro </span></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://corrosion-doctors.org/Biographies/VoltaBio.htm" target="_top"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Volta</span></span></span></a></span></span><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">. Using equipment of his own creation, Ohm determined that the current that flows through a wire is proportional to its cross sectional area and inversely proportional to its length or </span></span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="%5Ctypist%20job%5COhmBio.htm#Ohm%20law#Ohm%20law" target="_top"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Ohm's law</span></span></span></a></span></span><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>George Simon Ohm</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> adalah seorang fisikawan </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>jerman</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> yang lahir di </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Erlangen</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">, Bavaria pada tanggal 16-maret-1787. Dia hanyalah seorang </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>guru</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> SMA yang memulai risetnya saat teknik </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Electrochemical</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Cell</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> ditemukan oleh </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Alessandro</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Volta</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> dari </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Italia</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Using the results of his experiments, Georg Simon Ohm was able to define the fundamental relationship between voltage, current, and resistance. These fundamental relationships are of such great importance, that they represent the true beginning of electrical circuit analysis.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Dari hasil eksperimennya George Simon Ohm menemukan hubungan </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>dasar</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> antara </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Tegangan, Arus dan Resistansi</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">. Hubungan </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>dasar</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> ini menjadi sangat </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>penting</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> dan menjadi  cikal bakal </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>semua</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> acuan untuk menganalisa sirkuit listrik sampai masa kini.</span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Unfortunately, when Ohm published his finding in 1827, his ideas were dismissed by his colleagues. Ohm was forced to resign from his high-school teaching position and he lived in poverty and shame until he accepted a position at Nüremberg in 1833 and although this gave him the title of professor, it was still not the university post for which he had strived all his life.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Sayangnya, pada saat dia mengumumkan penemuan itu di tahun </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>1827</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">, ide itu dicekal oleh para koleganya. Dengan tidak mengenal </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>putus asa</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> dan </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>rasa malu</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> George tetap mengajar di kelasnya dan hidup dalam tekanan ekonomi sampai akhirnya idenya diterima di </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Nuremberg</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> pada tahun </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>1833</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> hingga mendapat gelar </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>profesor</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">. Yang patut diteladani walau gelarnya tinggi ia tetap bersahaja tidak sok ilmuwan dan terus berjuang sepanjang hayatnya.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;">
<h2 class="western" style="text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:small;">Ohm the Genius! the Mozart of Electricity ...</span></span></span></h2>
<h2 class="western" style="border:1px solid #000000;text-align:center;padding:.04cm .14cm;"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://corrosion-doctors.org/MonitorBasics/Introduction.htm#Ohm" target="_top"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:small;">Ohm and corrosion monitoring</span></span></a></span></span></h2>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Ohm’s main interest was current electricity, which had recently been advanced by Alessandro Volta’s invention of the battery. Ohm made only a modest living and as a result his experimental equipment was primitive. Despite this, he made his own metal wire, producing a range of thickness and lengths of remarkable consistent quality. The nine years he spent at the Jesuit’s college, he did considerable experimental research on the nature of electric circuits. He took considerable pains to be brutally accurate with every detail of his work. In 1827, he was able to show from his experiments that there was a simple relationship between resistance, current and voltage. </span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Ohm’s sangat tertarik menyelidiki arus listrik setelah Alessandro Volta menemukan </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>battery</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">. Dalam penyelidikan itu Ohm mempergunakan alat-alat </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>sederhana</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> dan </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>kuno</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> namun dalam teknik pembuatanya ia memperhatikan </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>kualitas</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> secara </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>presisi</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> seperti kawat metal buatannya. Setelah menghabiskan pendidikannya di perguruan tinggi </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Jesuit’s</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">, Ohm lebih amat sangat teliti dalam semua pekerjaannya. Pada tahun </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>1827</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> barulah ia berani mempertunjukan hubungan sederhana antara resistance, arus dan tegangan.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Ohm’s law stated that the amount of steady current through a material is directly proportional to the voltage across the material, for some fixed temperature:</span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Ohms menyatakan bahwa arus yang mengalir melalui suatu bahan adalah </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>sepadan</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> dengan tegangan yang </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>melintasi</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> bahan itu. Dinyatakan dalam rumus yang terkenal :</span></span></p>
<h2 class="western" style="margin-left:-6.13cm;text-indent:6.13cm;text-align:center;"><span style="color:#990000;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;">I = V/R</span></span></span></h2>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Ohm had discovered the distribution of electromotive force in an electrical circuit, and had established a definite relationship connecting resistance, electromotive force and current strength.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Kemudian Ohms menemukan </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>distribusi</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> dari gaya elektromotif dalam rangkaian listrik yang menentukan </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>hubungan pasti</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> terhadap rangkaian resistance, gaya electromotive dan kuat arusnya.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Ohm was afraid that the purely experimental basis of his work would undermine the importance of his discovery. He tried to state his law theoretically but his rambling mathematically proofs made him an object of ridicule. In the years that followed, Ohm lived in poverty, tutoring privately in Berlin. He would receive no credit for his findings until he was made director of the Polytechnic School of Nüremberg in 1833. In 1841, the Royal Society in London recognized the significance of his discovery and awarded him the Copley medal. The following year, they admitted him as a member. In 1849, just 5 years before his death, Ohm’s lifelong dream was realized when he was given a professorship of Experimental Physics at the University of Munich. On July 7th,1854 he passed away in Munich, at the age of 65.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Hampir-hampir ia ragu bahwa hasi </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>teori</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> dasarnya gugur dan menjadi bahan olok-olokan karena selama itu kemiskinan selalu menderanya hingga ia tetap mengajar secara privat di Berlin. Karena itulah hasil penemuannya tidak pernah mendapat simpati dan pengakuan sampai pada akhirnya menjadi pucuk pimpinan di sekolah polyteknik Nuremberg pada tahun 1833. Di tahun 1849, lima tahun sebelum wafat, mimpi panjangnya menjadi kenyataan saat menjadi guru besar di </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Experimental Physics</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">, the </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>University of Munich. </strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Ohm</span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong> </strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">wafat</span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong> </strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">di usia 65 tahun, tepatnya 7-Juli-1854.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">This belated recognition was welcome but there remains the question of why someone who today is a household name for his important contribution struggled for so long to gain acknowledgement. This may have no simple explanation but rather be the result of a number of different contributory factors. One factor may have been the inwardness of Ohm's character while another was certainly his mathematical approach to topics which at that time were studied in his country a non-mathematical way. There was undoubtedly also personal disputes with the men in power which did Ohm no good at all. He certainly did not find favor with Johannes Schultz who was an influential figure in the ministry of education in Berlin, and with Georg Friedrich Pohl, a professor of physics in that city.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Pengakuan teori ohm terlambat namun kematiannya membekaskan pertanyaan : mengapa perjuangan panjang beliau sangat </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>berat</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> dan </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>panjang</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> untuk mendapat </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>pengakuan</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> setelah kematiannya, padahal penemuan (yang dianggap) </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>sepele</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> itu ikut ambil bagian </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>terbesar</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> dalam peralatan rumah tangga kita?. Ini membutuhkan penjelasan panjang dan banyak penyebab. Salah satu faktornya mungkin pembahasan teorinya dengan pendekatan matematis yang rumit sedangkan latar belakang sekolahnya </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>dianggap</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> tidak mendukung apa yang digagaskannya. Pada saat itu banyak orang meragukan bahwa teorinya hanya </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>bualan</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> semata!. Pada saat itu sayangnya ia tidak mengenal kebaikan hati orang yang berpengaruh seperti </span></span><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Johannes Schultz </span></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">sebagai menteri pendidikan</span></span><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">di Berlin dan </span></span><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Friedrich Pohl, </span></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">seorang </span></span><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> professor </span></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">fisika di kotanya</span></span><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">.</span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="color:#800080;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Electricity was not the only topic on which Ohm undertook research, and not the only topic in which he ended up in controversy. In 1843 he stated the fundamental principle of physiological acoustics, concerned with the way in which one hears combination tones. However the assumptions which he made in his mathematical derivation were not totally justified and this resulted in a bitter dispute with the physicist August Seebeck. He succeeded in discrediting Ohm's hypothesis and Ohm had to acknowledge his error. </span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Padahal bidang kelistrikan bukanlah topic </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>utama</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> Ohm dalam semua risetnya dan bukanlah perjalanan kontroversi </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>satu-satunya</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> dalam penemuannya. Di tahun 1843 bahkan ia menyatakan prinsip dasar </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>psikologi</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>akustik</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> yang menyelidiki respon pendengaran manusia terhadap kombinasi </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>nada</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">. Lagi-lagi dengan asumsi bahwa Ohm bukan Ilmuwan dan pakar </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>matematika</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> handal, ia menuai hinaan yang menyakitkan dari fisikawan </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>August</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Seebeck</strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">, dalam perdebatan, Seebeck  telah berhasil meruntuhkan hipotesa Ohm salah besar!. He..he…he…dia keliru besar.</span></span></p>
<p style="border:1px solid #000000;text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;padding:.04cm .14cm;"><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Pesan dan kesan : bahwa tidak semua penemuan besar lahir dari disiplin bidang keilmuan yang sama. Perjuangan yang panjang dengan kesabaran dan disiplin tinggi dapat mencapai hasil yang bermanfaat bagi umat manusia. Jangan pernah meremehkan pendapat orang lain karena latar belakangnya atau kemiskinannya.</strong></span></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Salam : Yonni.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;text-align:center;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;padding:.04cm 0 0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Bottom of Form</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menikah adalah Perjuangan]]></title>
<link>http://majalahopini.wordpress.com/?p=124</link>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 09:55:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>majalahopini</dc:creator>
<guid>http://majalahopini.no.wordpress.com/2008/10/05/menikah-adalah-perjuangan/</guid>
<description><![CDATA[GELIAT gerakan feminis saat ini kian berkembang di Indonesia. Kesetaraan gender sebagai isu yang diu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GELIAT</strong> gerakan feminis saat ini kian berkembang di Indonesia. Kesetaraan gender sebagai isu yang diusungnya pun merambah dunia politik kita. Tak jauh-jauh dari lingkungan Fisip Undip, seorang feminis menunjukkan eksistensinya. <!--more--></p>
<p>Dia adalah Hapsari Dwiningtyas atau lebih akrab dipanggil mbak Tyas, dosen Jurusan Ilmu Komunikasi. Perempuan kelahiran ……… ini menyelesaikan studi pasca sarjananya di Curtin University of Technology, Perth, Western Australia pada tahun 2004  2005 dengan mengambil Master of Arts in Communication and Cultural Studies. Berbekal  pendidikan itu, Mbak Tyas mengajar Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Undip di beberapa matakuliah, salah satunya adalah komunikasi gender. Cap sebagai seorang feminis pun muncul sebagai konsekuensi mengajar komunikasi gender.  (Sin, Mbak Tyas mengakui dirinya feminis atau tidak?)</p>
<p>Penerapan untuk menjadi feminis dalam kehidupan sehari-hari menurut Mbak Tyas tidaklah mudah. Perempuan akan mengalami benturan bukan hanya pada diri sendiri tapi juga keluarga dan lingkungan. Menjadi seorang feminis adalah sebuah pilihan yang sulit mengingat terpaan dan tantangan yang harus dihadapi.</p>
<p>Mungkin suami kita mengerti akan diri kita atau kita telah sepakat dengan suami, tetapi bagaimana dengan  keluarga? Bagaimana dengan keluarga suami? tentunya nilai-nilai dan norma yang telah ditanamkan sejak kecil menjadi suatu hambatan yang besar” Dan sekali- lagi menjadi feminis itu pilihan,” tambah Mbak Tyas.</p>
<p>Masyarakat seringkali memberikan stereotipe tidak menikah kepada feminis. Padahal, sebagai seorang feminis, Mbak Tyas menikah. “Saya tidak bisa mengatakan seorang feminis yang tidak menikah itu salah, tapi sekali lagi ada banyak aliran feminis,” jelas Mbak Tyas.</p>
<p>Menurut Mbak Tyas, ketika seorang perempuan memilih untuk tidak menikah maka ia justru sudah mengingkari hal yang hakiki yang pasti dimiliki oleh setiap orang yaitu cinta dan kasih sayang. Feminis yang tidak menikah memang beranggapan ketika mereka telah menikah maka mereka kehilangan identitas mereka di mana mereka akan menjadi ibu si a atau ibu si b dan si c.</p>
<p>Beberapa beranggapan bahwa dengan menikah maka mereka telah memasuki lingkaran patriaki. Namun menikah adalah perjuangan bagi seorang feminis. Dengan menikah maka ia akan berjuang untuk dapat pengakuan. Jangan sampai dengan menikah hak kita tidak diakui. apalagi kehilangan identitas sebagai perempuan.  Seorang feminis tidak anti keluarga. (<strong>Sina)</strong></p>
<p>Biodata<br />
Nama         : Hapsari Dwiningtyas Sulistyani</p>
<p>TTL        : Banjarnegara, 23 Juli 1975</p>
<p>Alamat Rumah    : jalan Kesatrrian 26 B semarang, Jawa Tengah</p>
<p>Telp Rumah    : 024 ( 84411798)</p>
<p>Telp kantor    : 024 (8442532)</p>
<p>Pekerjaan    : Dosen Ilmu Komunikasi Fisip  Undip  Matakuliah Komunikasi Gender</p>
<p>Hoby        : Membaca, Traveling Pendidikan</p>
<p>2004 - 2005    : Curtin University of Technology,     Perth,  Western Australia    Master of Arts in Communication and Cultural Studies</p>
<p>2003 - 2004    : Curtin University of Technology,     Perth, Western Australia, Postgraduate Diploma in Communication</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menulis Hanyalah Hobi]]></title>
<link>http://majalahopini.wordpress.com/?p=122</link>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2008 09:53:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>majalahopini</dc:creator>
<guid>http://majalahopini.no.wordpress.com/2008/10/05/menulis-hanyalah-hobi/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;MUDA dan berprestasi”, setidaknya inilah ungkapan yang cocok untuk Ami. Cewek yang punya na]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>"MUDA </strong>dan berprestasi”, setidaknya inilah ungkapan yang cocok untuk Ami. Cewek yang punya nama lengkap Amida Yusriana, dalam usianya yang cukup muda mampu berkarya dalam dunia tulis menulis. Karya nyatanya adalah novel teenlit ciptaanya dipublikasikan ke khalayak.<!--more--></p>
<p>Novel teenlit Ami pertama adalah “Who Will Get Her Heart?”. Ketika menginjak kelas II SMA Novel ini diterbitkan oleh PT Katakita. Cewek yang lahir di Semarang 19 tahun lalu ini juga mempunyai seabrek prestasi lainnya. Tidak hanya menulis, cewek berbintang Aries ini bisa menari, pidato, dan banyak mengikuti lomba-lomba lainnya. Sebut saja prestasinya, dia pernah menyabet juara I Lomba Speech.</p>
<p>Berangkat dari hobi membaca dan menulis, Ami mewujudkannya dalam novel. Tema yang digemarinya adalah cerita cinta remaja,” Tema seperti yang sekarang diminati masyarakat”' akunya. Walaupun tidak ada darah bakat penulis mengalir di dirinya, dengan hobi dan ketekunannya dia mampu berprestasi dalam dunia menulis. Dukungan keluarga dan teman-temannya adalah spirit bagi Ami untuk berkreasi.</p>
<p>Ide? Bagaimana Ami mendapatkan ide menulisnya? “Ide bisa datang darimana saja, yang penting banyak membaca”, katanya. Kalau Soal waktu, bagi Ami hobinya ini tidak mengganggu kuliahnya. Dia belum menemui kendala yang berarti dalam mewujudkan hobinya ini. “Karena hobi, jadinya tidak masalah”, tambahnya.</p>
<p>Kalau ditanya motivasi, Ami mengaku kalau ini hanyalah hobinya bukan tuntutan orang tua atau sebagai profesi utama. Ketika ditanya kiat-kiat menulis, dengan yakin dia menjawab bahwa rajin membaca apapun adalah kunci utamanya. <strong>(Lala)</strong></p>
<p>Nama    : Amida Yusriana</p>
<p>Nickname : Ami</p>
<p>TTL : Semarang, 18 April 1988</p>
<p>Alamat    Asal : Ngadiryo Baru RT 01 RW 05 -Mijen Semarang</p>
<p>Alamat Sekarang : Singosari XI No. 5</p>
<p>Pendidikan : Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP</p>
<p>Prestasi : Menerbitkan novel</p>
<p>teenlit, Juara I Speech Contest,</p>
<p>Juara III Reading Contest,</p>
<p>Finalis ke-8 Kesatrian English Competition.</p>
<p>Karya : Novel Teenlit “ Who Will Get Her Heart?” , Cerbung “ The Dormitory's Student”</p>
<p>Lomba  yang pernah diikuti:  Lomba Speech, Lomba Puisi,  Lomba Reading News, Loma  Reading,<br />
Dictating, Retelling, Seleksi Student Exchange,   Lomba Tari Gambyong Tingkat   Kotamadya, Lomba<br />
Debat Inggris, Lomba Siswa Teladan.</p>
<p>Hobi    : Membaca, Menulis</p>
<p>Motto Hidup    : U are beautiful No matter What They say</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jend. TNI (Purn.) Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono]]></title>
<link>http://fromyuni.wordpress.com/?p=161</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 09:57:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>fromyuni</dc:creator>
<guid>http://fromyuni.no.wordpress.com/2008/10/04/jend-tni-purn-dr-h-susilo-bambang-yudhoyono/</guid>
<description><![CDATA[http://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono



Susilo Bambang Yudhoyono (lahir di Pacitan,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono</p>
<p><a class="image" title="Susilo Bambang Yudhoyono" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Fotopresdn.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Fotopresdn.jpg" border="0" alt="Susilo Bambang Yudhoyono" width="200" height="250" /></a></p>
<hr />
<div style="background:lavender none repeat scroll 0 50%;"><a class="mw-redirect" title="Presiden Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_Indonesia"></a></div>
<p>Susilo Bambang Yudhoyono (lahir di Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1949; umur 59 tahun) adalah mantan pensiunan jenderal militer Indonesia dan Presiden Indonesia ke-6 yang terpilih dalam pemilihan umum secara langsung oleh rakyat pertama kali. Yudhoyono menang dalam pemilu presiden September 2004 melalui dua tahapan pemilu presiden atas kandidat Presiden Megawati Sukarnoputri. Ia mulai menjabat pada 20 Oktober 2004 bersama Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden.</p>
<p>Yudhoyono yang dipanggil Sus oleh orang tuanya dan populer dengan panggilan SBY lahir di Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949). Melalui amandemen UUD 1945 yang memungkinkan presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, ia kemudian terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia pertama pilihan rakyat. Ia menjadi presiden Indonesia keenam setelah dilantik pada 20 Oktober 2004 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Karier militernya terhenti ketika ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada tahun 1999 dan tampil sebagai salah seorang pendiri Partai Demokrat. Pangkat terakhir Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jenderal TNI sebelum pensiun pada 25 September 2000. Selama di militer lebih dikenal sebagai Bambang Yudhoyono.</p>
<p>Keunggulan suaranya dari Presiden sebelumnya, Megawati Soekarnoputri pada pemilu 2004 membuatnya terpilih sebagai kepala negara Indonesia. Dalam kehidupan pribadinya, Ia menikah dengan Kristiani Herawati yang merupakan anak perempuan ketiga Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo (alm), komandan RPKAD (kini Kopassus) yang turut membantu menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965.</p>
<h2><span class="mw-headline">Latar belakang dan keluarga</span></h2>
<p>Jawa Timur pada 9 September 1949 dari anak pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Seperti ayahnya, ia pun berkecimpung di dunia kemiliteran. Selain tinggal di kediaman keluarga di Bogor (Jawa Barat), SBY juga tinggal di Istana Merdeka, Jakarta. Susilo Bambang Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herawati yang adalah anak perempuan ketiga Jenderal (Purnawirawan) Sarwo Edhi Wibowo (alm). Komandan militer Jenderal Sarwo Edhi Wibowo turut membantu menumpas PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1965. Dari pernikahan mereka lahir dua anak lelaki, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1979) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1982).</p>
<p>Agus adalah lulusan SMA Taruna Nusantara tahun 1997 dan Akademi Militer Indonesia tahun 2000. Seperti ayahnya, ia juga mendapatkan penghargaan Adhi Mekayasa dan seorang prajurit dengan pangkat Letnan Satu TNI Angkatan Darat yang bertugas di sebuah batalion infantri di Bandung, Jawa Barat. Agus menikahi Anissa Larasati Pohan, seorang aktris yang juga anak dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sejak pertengahan 2005, Agus menjalani pendidikan untuk gelar master-nya di Strategic Studies at Institute of Defense and Strategic Studies, Singapura. Anak yang bungsu, Edhie Baskoro lulus dengan gelar ganda dalam Financial Commerce dan Electrical Commerce tahun 2005 dari Curtin University of Technology di Perth, Australia Barat.</p>
<h3><span class="mw-headline">Pendidikan</span></h3>
<p>* Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973<br />
* American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976<br />
* Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976<br />
* Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983<br />
* On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983<br />
* Jungle Warfare School, Panama, 1983<br />
* Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman, 1984<br />
* Kursus Komando Batalyon, 1985<br />
* Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989<br />
* Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas, AS<br />
* Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS<br />
* Doktor dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), tahun 2004.</p>
<h2><span class="mw-headline">Karier militer</span></h2>
<p>Akademi Militer Indonesia (Akabri: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan penghargaan Adhi Makayasa sebagai murid lulusan terbaik dan Tri Sakti Wiratama yang merupakan prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan intelek. Periode 1974-1976, ia memulai karier di Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad. Pada tahun 1976, ia belajar di Airborne School dan US Army Rangers, American Language Course (Lackland-Texas), Airbone and Ranger Course (Fort Benning) Amerika Serikat.</p>
<p>Kariernya berlanjut pada periode 1976-1977 di Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977), Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978, Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981, Paban Muda Sops SUAD (1981-1982. Periode 1982-1984, ia belajar di Infantry Officer Advanced Course (Fort Benning) Amerika Serikat.</p>
<p>Tahun 1983, ia belajar pada On the job training in 82-nd Airbone Division (Fort Bragg) Amerika Serikat, Jungle Warfare School (Panama, Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman pada tahun 1984, Kursus Komando Batalyon (1985) dan meniti karier di Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985), Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988), dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988).</p>
<p>Periode 1998-1989, ia Sekolah Komando Angkatan Darat dan belajar di US Command and General Staff College pada tahun 1991. Periode (1989-1993), ia bekerja sebagai Dosen Seskoad Korspri Pangab, Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994, Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) serta Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (1995-1996). Pada tahun 1997, ia diangkat sebagai Kepala Angkatan Bersenjata dan Staf Urusan Sosial dan Politik. Ia pensiun dari kemiliteran pada 1 April 2001 oleh karena pengangkatannya sebagai menteri.</p>
<p>Lulusan Command and General Staff College (Fort Leavenwort) Kansas Amerika Serikat dan Master of Art (MA) dari Management Webster University Missouri ini juga meniti karier di Kasdam Jaya (1996), dan Pangdam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda. Karier militernya terhenti sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI) dengan pangkat Letnan Jenderal.</p>
<h2><span class="mw-headline">Karier politik</span></h2>
<p>Tampil sebagai juru bicara Fraksi ABRI menjelang Sidang Umum MPR 1998 yang dilaksanakan pada 9 Maret 1998 dan Ketua Fraksi ABRI MPR dalam Sidang Istimewa MPR 1998. Pada 29 Oktober 1999, ia diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi di pemerintahan pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Setahun kemudian, tepatnya 26 Oktober 1999, ia dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai konsekuensi penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid.</p>
<p>Dengan keluarnya Maklumat Presiden pada 28 Mei 2001 pukul 12.00 WIB, Menko Polsoskam ditugaskan untuk mengambil langkah-langkah khusus mengatasi krisis, menegakkan ketertiban, keamanan, dan hukum secepat-cepatnya lantaran situasi politik darurat yang dihadapi pimpinan pemerintahan. Saat itu, Menko Polsoskam sebagai pemegang mandat menerjemahkan situasi politik darurat tidak sama dengan keadaan darurat sebagaimana yang ada dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1959.</p>
<p>Belum genap satu tahun menjabat Menko Polsoskam atau lima hari setelah memegang mandat, ia didesak mundur pada 1 Juni 2001 oleh pemberi mandat karena ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR. Jabatan pengganti sebagai Menteri Dalam Negeri atau Menteri Perhubungan yang ditawarkan presiden tidak pernah diterimanya.</p>
<p>Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 10 Agustus 2001. Merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden, jabatan Menko Polkam ditinggalkannya pada 11 Maret 2004. Berdirinya Partai Demokrat pada 9 September 2002 menguatkan namanya untuk mencapai kerier politik puncak. Ketika Partai Demokrat dideklarasikan pada 17 Oktober 2002, namanya dicalonkan menjadi presiden dalam pemilu presiden 2004.</p>
<p>Setelah mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam dan sejalan dengan masa kampanye pemilu legislatif 2004, ia secara resmi berada dalam koridor Partai Demokrat. Keberadaannya dalam Partai Demokrat menuai sukses dalam pemilu legislatif dengan meraih 7,45 persen suara. Pada 10 Mei 2004, tiga partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang secara resmi mencalonkannya sebagai presiden dan berpasangan dengan kandidat wakil presiden Jusuf Kalla.</p>
<h2><span class="mw-headline">Ringkasan karir</span></h2>
<p>* Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)<br />
* Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)<br />
* Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)<br />
* Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)<br />
* Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)<br />
* Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)<br />
* Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)<br />
* Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)<br />
* Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)<br />
* Dosen Seskoad (1989-1992)<br />
* Korspri Pangab (1993)<br />
* Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)<br />
* Asops Kodam Jaya (1994-1995)<br />
* Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)<br />
* Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)<br />
* Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)<br />
* Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda<br />
* Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)<br />
* Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)<br />
* Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)<br />
* Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid)<br />
* Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri) mengundurkan diri 11 Maret 2004</p>
<h2><span class="mw-headline">Penugasan</span></h2>
<p>* Operasi Timor Timur (1979-1980), dan 1986-1988</p>
<p>Jenderal TNI (Purnawirawan) Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah ditugaskan dalam sebuah operasi di Timor-Timur pada periode 1979-1980 dan 1986-1988 ini meraih gelar doktor (PhD) dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 3 Oktober 2004. Pada 15 Desember 2005, ia menerima gelar doktor kehormatan di bidang ilmu politik dari Universitas Thammasat Bangkok (Thailand). Dalam pidato pemberian gelar, ia menegaskan bahwa politik merupakan seni untuk perubahan dan transformasi dalam sebuah negara demokrasi yang damai. Ia tidak yakin sepenuhnya kalau politik itu adalah ilmu.</p>
<h2><span class="mw-headline">Penghargaan</span></h2>
<p>* Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek), 1973<br />
* Adhi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)<br />
* Satya Lencana Seroja, 1976<br />
* Honor Graduate IOAC, USA, 1983<br />
* Satya Lencana Dwija Sista, 1985<br />
* Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989<br />
* Dosen Terbaik Seskoad, 1989<br />
* Satya Lencana Santi Dharma, 1996<br />
* Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996<br />
* Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996<br />
* Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998<br />
* Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998<br />
* Wing Penerbang TNI-AU, 1998<br />
* Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998<br />
* Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999<br />
* Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999<br />
* Bintang Dharma, 1999<br />
* Bintang Maha Putera Utama, 1999<br />
* Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003<br />
* Bintang Asia (Star of Asia), 2005, oleh BusinessWeek<br />
* Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama, 2006, oleh Sultan Brunei<br />
* Doktor Honoris Causa, 2006, oleh Universitas Keio<br />
* Darjah Utama Seri Mahkota, 2008, oleh Yang DiPertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin</p>
<p>Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah dicalonkan untuk menjadi penerima penghargaan Nobel perdamaian 2006 bersama dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Martti Ahtisaari atas inisiatif mereka untuk perdamaian di Aceh.</p>
<h2><span class="mw-headline">Masa kepresidenan</span></h2>
<p>MPR periode 1999-2004 mengamandemen Undang-Undang Dasar 1945 UUD 1945 sehingga memungkinkan presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Pemilu presiden dua tahap kemudian dimenanginya dengan 60,9 persen suara pemilih dan terpilih sebagai presiden. Dia kemudian dicatat sebagai presiden terpilih pertama pilihan rakyat dan tampil sebagai presiden Indonesia keenam setelah dilantik pada 20 Oktober 2004 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia unggul dari pasangan Presiden Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi pada pemilu 2004.</p>
<p>Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) sebagai prioritas penting dalam kepemimpinannya selain kasus terorisme global. Penanggulangan bahaya narkoba, perjudian, dan perdagangan manusia juga sebagai beban berat yang membutuhkan kerja keras bersama pimpinan dan rakyat.</p>
<p>Di masa jabatannya, Indonesia mengalami sejumlah bencana alam seperti gelombang tsunami, gempa bumi, dll. Semua ini merupakan tantangan tambahan bagi Presiden yang masih bergelut dengan upaya memulihkan kehidupan ekonomi negara dan kesejahteraan rakyat.</p>
<p>Susilo Bambang Yudhoyono juga membentuk UKP3R, sebuah lembaga kepresidenan yang diketuai oleh Marsilam Simandjuntak pada 26 Oktober 2006. Lembaga ini pada awal pembentukannya mendapat tentangan dari Partai Golkar seiring dengan isu tidak dilibatkannya Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pembentukannya serta isu dibentuknya UKP3R untuk memangkas kewenangan Wakil Presiden, tetapi akhirnya diterima setelah SBY sendiri menjelaskannya dalam sebuah keterangan pers</p>
<h3><span class="mw-headline">Layanan SMS Presiden</span></h3>
<p>, Presiden SBY memulai layanan pesan singkat (SMS) ke nomor telepon selulernya di 0811109949 namun esok harinya terjadi gangguan teknis karena banyaknya SMS yang masuk dan sekarang diganti cukup dengan SMS ke 9949 setelah itu SMS akan dipilah dan disampaikan ke presiden. Nomor 9949 adalah tanggal lahir beliau (9 September 1949).</p>
<p>Tanggal 28 Juni 2005, Presiden SBY mengirimkan SMS kepada masyarakat dengan nama pengirim Presiden RI yang berisi tentang pencegahan narkoba. Kebenaran SMS ini sudah dikonfirmasikan dan juru bicara Presiden menyatakan berbagai SMS akan menyusul.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dr(HC). Hj. Megawati Soekarnoputri]]></title>
<link>http://fromyuni.wordpress.com/?p=159</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 09:53:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>fromyuni</dc:creator>
<guid>http://fromyuni.no.wordpress.com/2008/10/04/drhc-hj-megawati-soekarnoputri/</guid>
<description><![CDATA[http://id.wikipedia.org/wiki/Megawati_Soekarnoputri



Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Megawati_Soekarnoputri</p>
<p><a class="image" title="Megawati Soekarnoputri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Megawati.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/70/Megawati.jpg" border="0" alt="Megawati Soekarnoputri" width="171" height="250" /></a></p>
<hr />
<div style="background:lavender none repeat scroll 0 50%;"><a class="mw-redirect" title="Presiden Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_Indonesia"></a></div>
<p>Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri (lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1947) adalah Presiden Indonesia dari 23 Juli 2001 - 20 Oktober 2004. Ia merupakan presiden wanita pertama dan presiden kelima di Indonesia. Namanya cukup dikenal dengan Megawati Soekarnoputri. Pada 20 September 2004, ia kalah dalam tahap kedua pemilu presiden 2004. Ia menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa pada tahun 2001. Sidang Istimewa MPR diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid yang membekukan lembaga MPR/DPR dan Partai Golkar. Ia dilantik pada 23 Juli 2001. Sebelumnya dari tahun 1999-2001, ia adalah Wakil Presiden.</p>
<h2><span class="mw-headline">Kehidupan awal</span></h2>
<p>Dilahirkan di Yogyakarta pada 23 Januari 1947, Megawati adalah anak kedua Presiden Soekarno yang telah memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Ibunya Fatmawati kelahiran Bengkulu di mana Sukarno dahulu diasingkan pada masa penjajahan belanda. Megawati dibesarkan dalam suasana kemewahan di Istana Merdeka.</p>
<p>Megawati pernah menuntut ilmu di Universitas Padjadjaran di Bandung (tidak sampai lulus) dalam bidang pertanian, selain juga pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (tetapi tidak sampai lulus).</p>
<p>Karir politik Mega yang penuh liku seakan sejalan dengan garis kehidupan rumah tangganya yang pernah mengalami kegagalan. Suami pertamanya, seorang pilot AURI, tewas dalam kecelakaan pesawat di laut sekitar Biak, Irian Jaya. Waktu itu usia Mega masih awal dua puluhan dengan dua anak yang masih kecil. Namun, ia menjalin kasih kembali dengan seorang pria asal Mesir, tetapi pernikahannya tak berlangsung lama. Kebahagiaan dan kedamaian hidup rumah tangganya baru dirasakan setelah ia menikah dengan Moh. Taufiq Kiemas, rekannya sesama aktivis di GMNI dulu, yang juga menjadi salah seorang penggerak PDIP</p>
<h2><span class="mw-headline">Karir Politik</span></h2>
<p>Jejak politik sang ayah berpengaruh kuat pada Megawati. Karena sejak mahasiswa, saat kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Pajajaran, ia pun aktif di GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia).</p>
<p>1986</p>
<p>Pergantian tampuk pimpinan<br />
pemerintahan Indonesia.</p>
<p>Tahun 1986 ia mulai masuk ke dunia politik, sebagai wakil ketua PDI Cabang Jakarta Pusat.Karir politiknya terbilang melesat. Mega hanya butuh waktu satu tahun menjadi anggota DPR RI.<br />
1993<br />
Dalam Kongres Luar Biasa PDI yang diselenggarakan di Surabaya 1993, Megawati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDI.<br />
1996<br />
Namun, pemerintah tidak puas dengan terpilihnya Mega sebagai Ketua Umum PDI. Mega pun didongkel dalam Kongres PDI di Medan pada tahun 1996, yang memilih Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI.</p>
<p>Mega tidak menerima pendongkelan dirinya dan tidak mengakui Kongres Medan. Ia masih merasa sebagai Ketua Umum PDI yang sah. Kantor dan perlengkapannya pun dikuasai oleh pihak Mega. Pihak Mega tidak mau surut satu langkah pun. Mereka tetap berusaha mempertahankan kantor DPP PDI. Namun, Soerjadi yang didukung pemerintah memberi ancaman akan merebut secara paksa kantor DPP PDI yang terletak di Jalan Diponegoro.</p>
<p>Ancaman Soerjadi kemudian menjadi kenyataan. Tanggal 27 Juli 1996 kelompok Soerjadi benar-benar merebut kantor DPP PDI dari pendukung Mega. Aksi penyerangan yang menyebabkan puluhan pendukung Mega meninggal itu, berbuntut pada kerusuhan massal di Jakarta yang dikenal dengan nama Peristiwa 27 Juli. Kerusuhan itu pula yang membuat beberapa aktivis mendekam di penjara.</p>
<p>Peristiwa penyerangan kantor DPP PDI tidak menyurutkan langkah Mega. Malah, ia makin mantap mengibarkan perlawanan. Ia memilih jalur hukum, walaupun kemudian kandas di pengadilan. Mega tetap tidak berhenti. Tak pelak, PDI pun terbalah dua: PDI di bawah Soerjadi dan PDI pimpinan Mega. Pemerintah mengakui Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI yang sah. Namun, massa PDI lebih berpihak pada Mega.</p>
<p>1997<br />
Keberpihakan massa PDI kepada Mega makin terlihat pada pemilu 1997. Perolehan suara PDI di bawah Soerjadi merosot tajam. Sebagian massa Mega berpihak ke Partai Persatuan Pembangunan, yang kemudian melahirkan istilah "Mega Bintang". Mega sendiri memilih golput saat itu.</p>
<p>1999<br />
Pemilu 1999, PDI Mega yang berubah nama menjadi PDI Perjuangan berhasil memenangkan pemilu. Meski bukan menang telak, tetapi ia berhasil meraih lebih dari tiga puluh persen suara. Massa pendukungnya, memaksa supaya Mega menjadi presiden. Mereka mengancam, kalau Mega tidak jadi presiden akan terjadi revolusi.</p>
<p>Namun alur yang berkembang dalam Sidang Umum 1999 mengatakan lain: memilih KH Abdurrahman Wahid sebagai Presiden. Ia kalah tipis dalam voting pemilihan Presiden: 373 banding 313 suara.<br />
2001<br />
Namun, waktu juga yang berpihak kepada Megawati Sukarnoputri. Ia tidak harus menunggu lima tahun untuk menggantikan posisi Presiden Abdurrahman Wahid, setelah Sidang Umum 1999 menggagalkannya menjadi Presiden. Sidang Istimewa MPR, Senin (23/7/2001), telah menaikkan statusnya menjadi Presiden, setelah Presiden Abdurrahman Wahid dicabut mandatnya oleh MPR RI.<br />
2004<br />
Masa pemerintahan Megawati ditandai dengan semakin menguatnya konsolidasi demokrasi di Indonesia, dalam masa pemerintahannyalah, pemilihan umum presiden secara langsung dilaksanakan dan secara umum dianggap merupakan salah satu keberhasilan proses demokratisasi di Indonesia. Ia mengalami kekalahan (40% - 60%) dalam pemilihan umum presiden 2004 tersebut dan harus menyerahkan tonggak kepresidenan kepada Susilo Bambang Yudhoyono mantan Menteri Koordinator pada masa pemerintahannya.</p>
<h2><span class="mw-headline">Perjalanan karir</span></h2>
<ol>
<li>Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonsia (Bandung), (1965)</li>
<li>Anggota DPR-RI, (1993)</li>
<li>Anggota Fraksi DPI Komisi IV</li>
<li>Ketua DPC PDI Jakarta Pusat, Anggota FPDI DPR-RI, (1987-1997)</li>
<li>Ketua Umum PDI versi</li>
<li>Munas Kemang (1993-sekarang) PDI yang dipimpinnya berganti nama menjadi PDI Perjuangan pada 1999-sekarang</li>
<li>Wakil Presiden RI, (Oktober 1999-23 Juli 2001)</li>
<li>Presiden RI ke-5, (23 Juli 2001-2004)</li>
</ol>
<h2><span class="mw-headline">Perjalanan pendidikan</span></h2>
<p>1. SD Perguruan Cikini Jakarta, (1954-1959)<br />
2. SLTP Perguruan Cikini Jakarta, (1960-1962)<br />
3. SLTA Perguruan Cikini Jakarta, (1963-1965)<br />
4. Fakultas Pertanian UNPAD Bandung (1965-1967), (tidak selesai)<br />
5. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972), (tidak selesai)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prof. Dr. Ing Baharuddin Jusuf Habibie]]></title>
<link>http://fromyuni.wordpress.com/?p=157</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 09:47:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>fromyuni</dc:creator>
<guid>http://fromyuni.no.wordpress.com/2008/10/04/prof-dr-ing-baharuddin-jusuf-habibie/</guid>
<description><![CDATA[http://id.wikipedia.org/wiki/Baharuddin_Jusuf_Habibie

Baharuddin Jusuf Habibie (lahir di Pare-Pare,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Baharuddin_Jusuf_Habibie</p>
<p><a class="image" title="Baharuddin Jusuf Habibie" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Habibie-1.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3e/Habibie-1.jpg/186px-Habibie-1.jpg" border="0" alt="Baharuddin Jusuf Habibie" width="186" height="249" /></a></p>
<hr />Baharuddin Jusuf Habibie (lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; umur 72 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih pada 20 Oktober 1999 oleh suara MPR dari hasil Pemilu 1999. Dengan 373 suara MPR, Gus Dur mengalahkan calon presiden Megawati Soekarnoputri yang memperoleh 313 suara.</p>
<p>Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.[1]</p>
<p>Baik Alwi Abdul Jalil Habibie maupun R.A.Tuti Marini Puspowardojo bukan kelahiran Sulawesi Selatan. Alwi Abdul Jalil Habibie lahir pada tanggal 17 Agustus 1908 di Gorontalo dan R.A.Tuti Marini Puspowardojo lahir di Yogyakarta 10 November 1911. Ibunya anak seorang spesialis mata di Yogya, ayahnya bernama Puspowardjojo bertugas sebagai pemilik sekolah. Ia bersaudara tujuh orang.[2]</p>
<p>Beliau belajar teknik mesin di Institut Teknologi Bandung tahun 1954. Pada 1955-1965 dia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelar doktor ingineur pada 1965 dengan predikat summa cum laude. Dia kemudian bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm di Hamburg, hingga mencapai puncak karir sebagai wakil presiden bidang teknologi. Pada 1973 kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto.</p>
<h2><span class="mw-headline">Karir di Indonesia</span></h2>
<p>Sebelum menjabat Presiden, B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (Maret 1998 - 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto dan Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Pada masa jabatannya sebagai menteri ia pun diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).</p>
<h2><span class="mw-headline">Publikasi</span></h2>
<p># Proceedings of the International Symposium on Aeronautical Science and Technology of Indonesia / B. J. Habibie; B. Laschka [Editors]. Indonesian Aeronautical and Astronautical Institute; Deutsche Gesellschaft für Luft- und Raumfahrt 1986<br />
# Eine Berechnungsmethode zum Voraussagen des Fortschritts von Rissen unter beliebigen Belastungen und Vergleiche mit entsprechenden Versuchsergebnissen, Presentasi pada Simposium DGLR di Baden-Baden,11-13 Oktober 1971<br />
# Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der orthotropen Kragscheibe, Disertasi di RWTH Aachen, 1965<br />
# Sophisticated technologies : taking root in developing countries, International journal of technology management : IJTM. - Geneva-Aeroport : Inderscience Enterprises Ltd, 1990<br />
# Einführung in die finite Elementen Methode,Teil 1, Hamburger Flugzeugbau GmbH, 1968<br />
# Entwicklung eines Verfahrens zur Bestimmung des Rißfortschritts in Schalenstrukturen, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1970<br />
# Entwicklung eines Berechnungsverfahrens zur Bestimmung der Rißfortschrittsgeschwindigkeit an Schalenstrukturen aus A1-Legierungen und Titanium, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1969<br />
# Detik-detik Yang Menentukan - Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, 2006 (memoir mengenai peristiwa tahun 1998)</p>
<h2><span class="mw-headline">Publikasi tentang B.J. Habibie</span></h2>
<p># Hosen, Nadirsyah, Indonesian political laws in Habibie Era : Between political struggle and law reform, ,Nordic journal of international law, ISSN 0029-151X, Bd. 72 (2003), 4, hal. 483-518<br />
# Rice, Robert Charles, Indonesian approaches to technology policy during the Soeharto era : Habibie, Sumitro and others, Indonesian economic development (1990), hal. 53-66<br />
# Makka, Makmur.A, The True Life of HABIBIE Cerita di Balik Kesuksesan, PUSTAKA IMAN, ISBN 978-979-3-371-83-2, 2008</p>
<p><em><strong>Pada post yang sebelumnya juga memuat biografi dari <span class="honorific-prefix">Prof. Dr. Ing</span> <span class="fn">Baharuddin Jusuf Habibie</span></strong></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jend. Besar TNI Purn. H. M. Soeharto]]></title>
<link>http://fromyuni.wordpress.com/?p=149</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 09:26:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>fromyuni</dc:creator>
<guid>http://fromyuni.no.wordpress.com/2008/10/04/soeharto/</guid>
<description><![CDATA[http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto

Jend. Besar TNI Purn. Haji Moehammad Soeharto, (ER, EYD: Suha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto</p>
<p><a class="image" title="Soeharto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Soeharto.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/85/Soeharto.jpg/170px-Soeharto.jpg" border="0" alt="Soeharto" width="170" height="249" /></a></p>
<hr />Jend. Besar TNI Purn. Haji Moehammad Soeharto, (ER, EYD: Suharto) (lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921 – wafat di Jakarta, 27 Januari 2008 dalam umur 86 tahun[1]) adalah Presiden Indonesia yang kedua, menggantikan Soekarno, dari 1967 sampai 1998.</p>
<p>Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Setelah Gerakan 30 September, Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah pihak yang bertanggung jawab dan memimpin operasi untuk menumpasnya. Operasi ini menewaskan lebih dari 500.000 jiwa.[2]</p>
<p>Soeharto kemudian mengambil alih kekuasaan dari Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya Kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Ia merupakan orang Indonesia terlama dalam jabatannya sebagai presiden. Soeharto digantikan oleh B.J. Habibie.</p>
<p>Peninggalan Soeharto masih diperdebatkan sampai saat ini. Dalam masa kekuasaannya, yang disebut Orde Baru, Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur. Suharto juga membatasi kebebasan warganegara Indonesia keturunan Tionghoa, menduduki Timor Timur, dan dianggap sebagai rejim paling korupsi sepanjang masa dengan jumlah US$15 milyar sampai US$35 milyar.[3] Usaha untuk mengadili Soeharto gagal karena kesehatannya yang memburuk. Setelah menderita sakit berkepanjangan, ia meninggal karena kegagalan organ multifungsi di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008.</p>
<p>Soeharto menikah dengan Siti Hartinah ("Tien") dan dikaruniai enam anak, yaitu Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi (Titiek), Hutomo Mandala Putra (Tommy), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).</p>
<h2><span class="mw-headline">Latar belakang</span></h2>
<p>Suharto lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta. Dia bergabung dengan pasukan kolonial Belanda, KNIL. Selama Perang Dunia II, dia menjadi komandan peleton, kemudian kompi di dalam militer yang disponsori oleh Jepang yang dikenal sebagai tentara PETA (Pembela Tanah Air).</p>
<p>Setelah Proklamasi Kemerdekaan oleh Soekarno pada 1945, pasukannya bentrok dengan Belanda yang sedang berupaya mendirikan kembali kolonialisme di Indonesia. Soeharto dikenal luas dalam militer dengan serangan tiba-tibanya yang menguasai Yogyakarta pada 1 Maret 1949 (lihat Serangan Umum 1 Maret) hanya dalam waktu enam jam. Namun gerakan ini cenderung ditafsirkan sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia terhadap pasukan Belanda. Penggagas sebenarnya serangan ini adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sebagai raja Yogyakarta, Gubernur Militer serta Menteri Pertahanan.</p>
<p>Di tahun berikutnya dia bekerja sebagai pejabat militer di Divisi Diponegoro Jawa Tengah. Pada 1959 dia terlibat kasus penyelundupan dan kasusnya hampir dibawa ke pengadilan militer oleh Kolonel Ahmad Yani[rujukan?]. Namun atas saran Jendral Gatot Subroto saat itu, dia dibebaskan dan dipindahkan ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung, Jawa Barat . Sebelumnya Letkol Soeharto menjadi komandan penumpasan pemberontakan di Makassar, di bawah komando Kolonel Alex Kawilarang .</p>
<p>Pada 1961 dia mencapai pangkat brigadir jendral dan memimpin Komando Mandala yang bertugas merebut Irian Barat. Sekembalinya dari Indonesia Timur, Soeharto yang telah naik pangkat menjadi mayor jenderal, ditarik ke markas besar ABRI oleh Jenderal A.H. Nasution. Di pertengahan tahun 1962, Soeharto diangkat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) hingga 1965.</p>
<p>Pada 1965, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, khususnya Angkatan Darat mengalami konflik internal, terutama akibat politik Nasakom yang dilancarkan Sukarno pada saat itu, sehingga pecah menjadi dua faksi, sayap kiri dan sayap kanan. Soeharto berada di pihak sayap kanan. Hal terpenting yang diperoleh Soeharto dari operasi militer ini adalah perkenalannya dengan Kol. Laut Sudomo, Mayor Ali Murtopo, Kapten Benny Murdani yang kemudian tercatat sebagai orang-orang terpenting dan strategis di tubuh pemerintahannya kelak.</p>
<h2><span class="mw-headline">Naik ke kekuasaan</span></h2>
<p>1965, beberapa pasukan pengawal Kepresidenan, Tjakrabirawa di bawah Letnan Kolonel Untung Syamsuri bersama pasukan lain menculik dan membunuh enam orang jendral. Pada peristiwa itu Jendral A.H. Nasution yang menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Hankam dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata berhasil lolos. Satu yang terselamatkan, yang tidak menjadi target dari percobaan kudeta adalah Mayor Jendral Soeharto, meski menjadi sebuah pertanyaan apakah Soeharto ini terlibat atau tidak dalam peristiwa yang dikenal sebagai G-30-S itu. Beberapa sumber mengatakan, Pasukan Tjakrabirawa yang terlibat itu menyatakan bahwa mereka mencoba menghentikan kudeta militer yang didukung oleh CIA yang direncanakan untuk menyingkirkan Presiden Soekarno dari kekuasaan pada "Hari ABRI", 5 Oktober 1965 oleh badan militer yang lebih dikenal sebagai Dewan Jenderal.</p>
<p>Peristiwa ini segera ditanggapi oleh Mayjen Soeharto untuk segera mengamankan Jakarta, menurut versi resmi sejarah pada masa Orde Baru, terutama setelah mendapatkan kabar bahwa Letjen Ahmad Yani, Menteri / Panglima Angkatan Darat tidak diketahui keberadaannya. Hal ini sebenarnya berdasarkan kebiasaan yang berlaku di Angkatan Darat bahwa bila Panglima Angkatan Darat berhalangan hadir, maka Panglima Kostrad yang menjalankan tugasnya. Tindakan ini diperkuat dengan turunnya Surat Perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberikan kewenangan dan mandat kepada Soeharto untuk mengambil segala tindakan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Langkah yang diambil Soeharto adalah segera membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) sekalipun sempat ditentang Presiden Soekarno, penangkapan sejumlah menteri yang diduga terlibat G-30-S (Gerakan 30 September). Tindakan ini menurut pengamat internasional dikatakan sebagai langkah menyingkirkan Angkatan Bersenjata Indonesia yang pro-Soekarno dan pro-Komunis yang justru dialamatkan kepada Angkatan Udara Republik Indonesia di mana jajaran pimpinannya khususnya Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara Omar Dhani yang dinilai pro Soekarno dan Komunis, dan akhirnya memaksa Soekarno untuk menyerahkan kekuasaan eksekutif. Tindakan pembersihan dari unsur-unsur komunis (PKI) membawa tindakan penghukuman mati anggota Partai Komunis di Indonesia yang menyebabkan pembunuhan sistematis sekitar 500 ribu "tersangka komunis", kebanyakan warga sipil, dan kekerasan terhadap minoritas Tionghoa Indonesia. Soeharto dikatakan menerima dukungan CIA dalam penumpasan komunis. Diplomat Amerika 25 tahun kemudian mengungkapkan bahwa mereka telah menulis daftar "operasi komunis" Indonesia dan telah menyerahkan sebanyak 5.000 nama kepada militer Indonesia. Been Huang, bekas anggota kedutaan politik AS di Jakarta mengatakan di 1990 bahwa: "Itu merupakan suatu pertolongan besar bagi Angkatan Bersenjata. Mereka mungkin membunuh banyak orang, dan saya kemungkinan memiliki banyak darah di tangan saya, tetapi tidak seburuk itu. Ada saatnya di mana anda harus memukul keras pada saat yang tepat." Howard Fenderspiel, ahli Indonesia di State Department's Bureau of Intelligence and Research di 1965: "Tidak ada yang peduli, selama mereka adalah komunis, bahwa mereka dibantai. Tidak ada yang bekerja tentangnya."1 Dia mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia dalam rangka membebaskan sumber daya di militer.</p>
<p>Jendral Soeharto akhirnya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno (NAWAKSARA) ditolak MPRS pada tahun 1967, kemudian mendirikan apa yang disebut Orde Baru.</p>
<p>Beberapa pengamat politik baik dalam negeri maupun luar negeri mengatakan bahwa Soeharto membersihkan parlemen dari komunis, menyingkirkan serikat buruh dan meningkatkan sensor. Dia juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina dan menjalin hubungan dengan negara barat dan PBB. Dia menjadi penentu dalam semua keputusan politik.</p>
<p>Jendral Soeharto dikatakan meningkatkan dana militer dan mendirikan dua badan intelijen - Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) dan Badan Koordinasi Intelijen Nasional (Bakin). Sekitar 2 juta orang dieksekusi dalam pembersihan massal dan lebih dari 200.000 ditangkap hanya karena dicurigai terlibat dalam kudeta. Banyak komunis, tersangka komunis dan yang disebut "musuh negara" dihukum mati (meskipun beberapa hukuman ditunda sampai 1990).</p>
<p>Diduga bahwa daftar tersangka komunis diberikan ke tangan Soeharto oleh CIA. Sebagai tambahan, CIA melacak nama dalam daftar ini ketika rezim Soeharto mulai mencari mereka. Dukungan yang tidak dibicarakan ini dari Pemerintah Amerika Serikat untuk rezim Soeharto tetap diam sampai invasi Timor Timur, dan terus berlangsung sampai akhir 1990-an. Karena kekayaan sumber daya alamnya dan populasi konsumen yang besar, Indonesia dihargai sebagai rekan dagang Amerika Serikat dan begitu juga pengiriman senjata tetapi dipertahankan ke rezim Soeharto. Ketika Soeharto mengumjungi Washington pada 1995 pejabat administratif Clinton dikutip di New York Times mengatakan bahwa Soeharto adalah "orang seperti kita" atau "orang golongan kita".</p>
<p>Pada 12 Maret 1967 Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden Indonesia oleh MPR Sementara. Setahun kemudian, pada 27 Maret 1968 dia resmi diangkat sebagai Presiden untuk masa jabatan lima tahun yang pertama. Dia secara langsung menunjuk 20% anggota MPR. Partai Golkar menjadi partai favorit dan satu-satunya yang diterima oleh pejabat pemerintah. Indonesia juga menjadi salah satu pendiri ASEAN.</p>
<p>Ekonomi Indonesia benar-benar amburadul di pertengahan 1960-an. Soeharto pun kemudian meminta nasehat dari tim ekonom hasil didikan Barat yang banyak dikenal sebagai "mafia Berkeley". Tujuan jangka pendek pemerintahan baru ini adalah mengendalikan inflasi, menstabilkan nilai rupiah, memperoleh hutang luar negeri, serta mendorong masuknya investasi asing. Dan untuk satu hal ini, kesuksesan mereka tidak bisa dipungkiri. Peran Sudjono Humardani sebagai asisten finansial besar artinya dalam pencapaian ini.</p>
<p>Di bidang sosial politik, Soeharto menyerahkannya kepada Ali Murtopo sebagai asisten untuk masalah-masalah politik. Menghilangkan oposisi dengan melemahkan kekuatan partai politik dilakukan melalui fusi dalam sistem kepartaian.</p>
<h2><span class="mw-headline">Meredam oposisi</span></h2>
<p>Soeharto membangun dan memperluas konsep "Jalan Tengah"-nya Jenderal Nasution menjadi konsep dwifungsi untuk memperoleh dukungan basis teoritis bagi militer untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan, termasuk cadangan alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil. Peran dwifungsi ini adalah peran militer di bidang politik yang permanen.</p>
<p>Sepak terjang Ali Murtopo dengan badan inteligennya mulai mengancam Soeharto. Persaingan antara Ali Moertopo dan Sumitro dipergunakan untuk menyingkirkan Ali. Namun Sumitro pun segera ditarik dari jabatannya dan kendali Kopkamtib dipegang langsung oleh Soeharto karena dianggap potensial mengancam. Beberapa bulan setelah peristiwa Malari sebanyak 12 surat kabar ditutup dan ratusan rakyat Indonesia termasuk mahasiswa ditangkap dan dipenjarakan.</p>
<p>Pada 1978 untuk mengeliminir gerakan mahasiswa maka segera diberlakukannya NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan). Kebijakan ini ditentang keras oleh banyak organisasi mahasiswa. Hubungan kegiatan mahasiswa dengan pihak kampus hanyalah kepada mereka yang diperbolehkan pemerintah lewat mekanisme kontrol dekanat dan rektorat.</p>
<p>Mulut pers pun dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No. 12 tahun 1982. UU ini mengisyaratkan adanya restriksi atau peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran. Organisasi massa yang terbentuk harus memperoleh izin pemerintah dengan hanya satu organisasi profesi buatan pemerintah yang diperbolehkan berdiri. Sehingga organisasi massa tak lebih dari wayang-wayang Orde Baru.</p>
<p>Kemudian pada tahun 1979-1980 muncul sekelompok purnawirawan perwira tinggi angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh sipil yang dikenal kritis, yang tergabung dalam Petisi 50, mengeluarkan serial selebaran yang mengeluhkan sikap politik pemerintah Orde Baru yang menjadikan Angkatan Darat sebagai pendukung kemenangan Golkar, serta menuntut adanya reformasi politik. Sebagai balasannya, pemerintah mencekal mereka. Kelompok ini pun gagal serta tak pernah mampu tampil lagi sebagai kelompok oposisi yang efektif terhadap pemerintahan Orde Baru.</p>
<h2><span class="mw-headline">Puncak Orde Baru</span></h2>
<p>Pada masa pemerintahannya, Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (Amerika Serikat) diangkat adalah lulusan Berkeley sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai Mafia Berkeley di kalangan Ekonomi, Industri dan Keuangan Indonesia. Pada masanya, Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan IGGI yang diseponsori oleh pemerintah Belanda. Namun pada tahun 1992, IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia, khususnya dalam kasus Timor Timur pasca Insiden Dili. Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor CGI yang disponsori Perancis. Selain itu, Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah PBB seperti UNICEF, UNESCO dan WHO. Namun sayangnya, kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem trickle down effect (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah, membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska Krisis 1997. Dalam bidang ekonomi juga, tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. Namun prestasi itu ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan Malaysia, Filipina dan Thailand, selain Singapura, Taiwan dan Korea Selatan.</p>
<p>Di bidang politik, Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan. Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. Namun dalam perjalanannya, terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik di mana muncullah istilah "mayoritas tunggal" di mana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. Berbagai ketidakpuasan muncul, namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu.</p>
<p>Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi, muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. Kesenjangan ekonomi, sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. Kemudian pada masa pemerintahannya, tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik, selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat.</p>
<h2><span class="mw-headline">Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru</span></h2>
<p>Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku Tionghoa, melarang penggunaan tulisan Tionghoa tertulis di berbagai material tertulis, dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis. Walaupun begitu, Soeharto terlibat persahabatan yang akrab dengan Lee Kuan Yew yang pernah manjadi Perdana Menteri Singapura yang beretnis Tionghoa.</p>
<p>Pada 1970 Soeharto melarang protes pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan korupsi. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik.</p>
<p>Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran media. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan monopoli kepada saudara-saudaranya, termasuk enam anaknya. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain, dimulai dengan mendukung kelompok nasionalis dan kemudian mendukung unsur Islam.</p>
<p>Pada 1973 dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan "electoral college". dan juga terpilih kembali pada 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Soeharto mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, Golkar. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi Partai Persatuan Pembangunan, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi Partai Demokrasi Indonesia.</p>
<p>Pada 1975, dengan persetujuan bahkan permintaan Amerika Serikat dan Australia, ia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni Portugal Timor Timur setelah Portugal mundur dan gerakan Fretilin memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Soviet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada 15 Juli 1976 Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai wilayah tersebut dialihkan ke administrasi PBB pada 1999.<br />
Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998.<br />
Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998.</p>
<p>Korupsi menjadi beban berat pada 1980-an. Pada 5 Mei 1980 sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Petisi 50 menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada 1984 kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan negara satu partai, beberapa pemimpinnya dipenjarakan.</p>
<p>Catatan hak asasi manusia Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada 1993 Komisi HAM PBB membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS Bill Clinton mendukungnya.</p>
<p>Pada 1996 Soeharto berusaha menyingkirkan Megawati Soekarnoputri dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di Jakarta pada tanggal 27 Juli 1996 (peristiwa Sabtu Kelabu) yang dikenal sebagai "Peristiwa Kudatuli" (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).</p>
<h2><span class="mw-headline">Soeharto turun takhta</span></h2>
<p>Bank Dunia, 20 sampai 30% dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. Krisis finansial Asia di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari IMF.</p>
<p>Mekipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode 1998-2003, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998. Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta berpuncak pada pendudukan gedung DPR/MPR RI, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, B.J. Habibie.</p>
<p>Dalam pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun lamanya, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM. Hal ini merupakan salah satu faktor berakhirnya era Soeharto.</p>
<h2><span class="mw-headline">Kasus dugaan korupsi</span></h2>
<p>Soeharto memiliki dan mengetuai tujuh buah yayasan, yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora. Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Keppres ini menghimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri.</p>
<p>Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung, sejak tahun 1999.</p>
<p>Menurut Transparency International, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar A.S. selama 32 tahun masa pemerintahannya.[1]</p>
<p>Pada 12 Mei 2006, bertepatan dengan peringatan sewindu Tragedi Trisakti, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada tujuh yayasan yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKPP itu dikeluarkan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Mei 2006, namun SKPP ini lalu dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 12 Juni 2006.</p>
<h2><span class="mw-headline">Peninggalan</span></h2>
<p>Bidang Politik</p>
<p>Sebagai presiden Indonesia selama lebih dari 30 tahun, Soeharto telah banyak mempengaruhi sejarah Indonesia. Dengan pengambil alihan kekuasaan dari Soekarno, Soeharto dengan dukungan dari Amerika Serikat memberantas paham komunisme dan melarang pembentukan partai komunis. Dijadikannya Timor Timur sebagai provinsi ke-27 (saat itu) juga dilakukannya karena kekhawatirannya bahwa partai Fretilin (Frente Revolucinaria De Timor Leste Independente /partai yang berhaluan sosialis-komunis) akan berkuasa di sana bila dibiarkan merdeka.[Mei 2008] Hal ini telah mengakibatkan menelan ratusan ribu korban jiwa sipil.[Mei 2008]</p>
<p>Bidang Kesehatan</p>
<p>Untuk mengendalikan jumlah penduduk Indonesia, Soeharto memulai kampanye Keluarga Berencana yang menganjurkan setiap pasangan untuk memiliki secukupnya 2 anak. Hal ini dilakukan untuk menghindari ledakan penduduk yang nantinya dapat mengakibatkan berbagai masalah, mulai dari kelaparan, penyakit sampai kerusakan lingkungan hidup.</p>
<p>Bidang Pendidikan</p>
<p>Dalam bidang pendidikan Soeharto mempelopori proyek Wajib Belajar yang bertujuan meningkatkan rata-rata taraf tamatan sekolah anak Indonesia. Pada awalnya, proyek ini membebaskan murid pendidikan dasar dari uang sekolah (Sumbangan Pembiayaan Pendidikan) sehingga anak-anak dari keluarga miskin juga dapat bersekolah. Hal ini kemudian dikembangkan menjadi Wajib Belajar 9 tahun.</p>
<p>Bidang Perekonomian</p>
<h2><span class="mw-headline">Wafat Soeharto</span></h2>
<p>Presiden RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun jam 13.10 WIB setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai 27 Januari 2008) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.</p>
<p>Berita wafatnya Pak Harto pertama kali diinformasikan Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol. Dicky Sonandi, di Jakarta, Minggu (27/1). Kemudian secara resmi Tim Dokter Kepresidenan menyampaikan siaran pers tentang wafatnya Pak Harto tepat pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008 di RSPP Jakarta akibat kegagalan multi organ.</p>
<p>Kemudian sekitar pukul 14.40, jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8, Menteng, Jakarta. Ambulan yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawal. Sejumlah wartawan merangsek mendekat ketika iring-iringan kendaraan itu bergerak menuju Jalan Cendana, mengakibatkan seorang wartawati televisi tertabrak.</p>
<p>Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut kedatangan iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. Rangkaian kendaraan yang membawa jenazah mantan Presiden Soeharto memasuki Jalan Cendana, sekitar pukul 14.55, Minggu (27/1).</p>
<p>Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa menteri yang tengah mengikuti rapat kabinet terbatas tentang ketahanan pangan, menyempatkan mengadakan jumpa pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Presiden RI Kedua Haji Muhammad Soeharto.</p>
<p>Minggu Sore pukul 16.00 WIB, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, lebih dulu melayat ke Cendana.</p>
<h3><span class="mw-headline">Pemakaman</span></h3>
<p>Jenazah mantan presiden Soeharto diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Cendana, Jakarta, Senin, 28 Januari 2008, pukul 09.00 WIB menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Selanjutnya jenazah akan diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Solo pukul 10.00 WIB untuk kemudian dimakamkan di Astana Giri Bangun, Solo, Senin (28/1). Jenazah tiba di Astana Giri Bangun siang itu sebelum pukul 12.00 WIB. Almarhum diturunkan ke liang lahat pada pukul 12.14 WIB bersamaan dengan berkumandangnya adzan dzuhur. Almarhum sudah berada di liang lahat siang itu pukul 12.17 WIB. Upacara pemakaman Soeharto tersebut dipimpin oleh inspektur upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ir. Soekarno]]></title>
<link>http://fromyuni.wordpress.com/?p=150</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 09:20:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>fromyuni</dc:creator>
<guid>http://fromyuni.no.wordpress.com/2008/10/04/soekarno/</guid>
<description><![CDATA[http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno














Ir. Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Jun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno</p>
<p><img src="/DOCUME~1/okta/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
<table class="infobox vcard" style="width:23em;font-size:90%;text-align:left;padding-left:.5em;padding-right:.5em;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align:center;" colspan="2"><a class="image" title="Soekarno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Soekarno.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c5/Soekarno.jpg/169px-Soekarno.jpg" border="0" alt="Soekarno" width="169" height="250" /></a></td>
</tr>
<tr>
<th colspan="2"></th>
</tr>
<tr>
<td style="border-bottom:medium none;text-align:center;" colspan="2"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ir. Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – wafat di Jakarta, 21 Juni 1970 dalam umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.</p>
<p>Ia menerbitkan Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial itu, yang konon, antara lain isinya adalah menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga kewibawaannya. Tetapi Supersemar tersebut disalahgunakan oleh Letnan Jenderal Soeharto untuk merongrong kewibawaannya dengan jalan menuduhnya ikut mendalangi Gerakan 30 September. Tuduhan itu menyebabkan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara yang anggotanya telah diganti dengan orang yang pro Soeharto, mengalihkan kepresidenan kepada Soeharto.</p>
<h2><span class="mw-headline">Latar belakang dan pendidikan</span></h2>
<p>Soekarno dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru di Surabaya, Jawa. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Buleleng, Bali [1].</p>
<p>Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur. Pada usia 14 tahun, seorang kawan bapaknya yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto mengajak Soekarno tinggal di Surabaya dan disekolahkan ke Hoogere Burger School (H.B.S.) di sana sambil mengaji di tempat Tjokroaminoto. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu. Soekarno kemudian bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa).</p>
<p>Tamat H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, dan tamat pada tahun 1925. Saat di Bandung, Soekarno berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.</p>
<h3><span class="mw-headline">Keluarga Soekarno</span></h3>
<dl>
<dt>Istri Soekarno</dt>
</dl>
<p>* Oetari<br />
* Inggit Garnasih<br />
* Fatmawati<br />
* Hartini<br />
* Ratna Sari Dewi Soekarno (nama asli: Naoko Nemoto)<br />
* Haryati</p>
<p>Putra-putri Soekarno</p>
<p>* Guruh Soekarnoputra<br />
* Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2001-2004<br />
* Guntur Soekarnoputra<br />
* Rachmawati Soekarnoputri<br />
* Sukmawati Soekarnoputri<br />
* Taufan dan Bayu (dari istri Hartini)<br />
* Kartika Sari Dewi Soekarno (dari istri Ratna Sari Dewi Soekarno)</p>
<h2><span class="mw-headline">Masa pergerakan nasional</span></h2>
<p>Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.</p>
<p>Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hassan.</p>
<p>Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu.</p>
<p>Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.</p>
<h2><span class="mw-headline">Masa penjajahan Jepang</span></h2>
<p>Pada awal masa penjajahan Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang sempat tidak memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk "mengamankan" keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A dengan tokohnya Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang kurang begitu populer.</p>
<p>Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang memperhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H Mas Mansyur dan lain lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.<br />
Soekarno diantara Pemimpin Dunia.JPG<br />
Soekarno diantara Pemimpin Dunia.JPG</p>
<p>Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerjasama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.</p>
<p>Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok.</p>
<p>Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan Agustus 1945, ia diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri.</p>
<p>Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang,antara lain dalam kasus romusha.</p>
<h2><span class="mw-headline">Masa Perang Revolusi</span></h2>
<p>Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI,Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi), Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI, Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.</p>
<p>Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan moment tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan tanggal turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP.Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada dimana 200.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap.</p>
<p>Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Sir Phillip Christison, Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukan NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu. (dibawah Inggris) meledaklah Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby.</p>
<p>Karena banyak provokasi di Jakarta pada waktu itu, Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya.</p>
<p>Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/single executive). Selama revolusi kemerdekaan,sistem pemerintahan berubah menjadi semi-presidensiil/double executive. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis.</p>
<p>Meski sistem pemerintahan berubah, pada saat revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting, terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun 1948 serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. Meskipun sudah ada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketua Sjafruddin Prawiranegara, tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.</p>
<h2><span class="mw-headline">Masa kemerdekaan</span></h2>
<p>Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr Assaat, yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. Mandat Mr Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Soekarno. Resminya kedudukan Presiden Soekarno adalah presiden konstitusional, tetapi pada kenyataannya kebijakan pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya.</p>
<p>Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup populer dan lebih kuat dikalangan rakyat dibandingkan terhadap kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Jatuh bangunnya kabinet yang terkenal sebagai "kabinet semumur jagung" membuat Presiden Soekarno kurang mempercayai sistem multipartai, bahkan menyebutnya sebagai "penyakit kepartaian". Tak jarang, ia juga ikut turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. Seperti peristiwa 17 Oktober 1952 dan Peristiwa di kalangan Angkatan Udara.</p>
<p>Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. Ketimpangan dan konflik akibat "bom waktu" yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkan imperialisme dan kolonialisme, ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang merubah peradaban, ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam pemecahan konflik juga menjadi perhatiannya. Bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu, (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara-negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah, yang masih dikuasai negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia.</p>
<p>Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional, Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara. Di antaranya adalah Nikita Khruschev (Uni Soviet), John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Fidel Castro (Kuba), Mao Tse Tung (RRC).</p>
<p>Masa-masa kejatuhan Soekarno dimulai sejak ia "bercerai" dengan Wakil Presiden Moh. Hatta, pada tahun 1956, akibat pengunduran diri Hatta dari kancah perpolitikan Indonesia. Ditambah dengan sejumlah pemberontakan separatis yang terjadi di seluruh pelosok Indonesia, dan puncaknya, pemberontakan G 30 S, membuat Soekarno di dalam masa jabatannya tidak dapat "memenuhi" cita-cita bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera.</p>
<h3><span class="mw-headline">Sakit hingga meninggal</span></h3>
<p>Soekarno sendiri wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Wisma Yaso, Jakarta, setelah mengalami pengucilan oleh penggantinya Soeharto. Jenazahnya dikebumikan di Kota Blitar, Jawa Timur, dan kini menjadi ikon kota tersebut, karena setiap tahunnya dikunjungi ratusan ribu hingga jutaan wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Terutama pada saat penyelenggaraan Haul Bung Karno.</p>
<h2><span class="mw-headline">Peninggalan</span></h2>
<p>Pada tanggal 19 Juni 2008, Pemerintah Kuba menerbitkan perangko yang bergambar Soekarno dan presiden Kuba Fidel Castro. Penerbitan itu bersamaan dengan ulang tahun ke-80 Fidel Castro dan peringatan "kunjungan Presiden Indonesia, Soekarno, ke Kuba".</p>
<h2><span class="mw-headline">Penamaan</span></h2>
<p>lengkap Soekarno ketika lahir adalah Kusno Sosrodihardjo.[3] Ketika masih kecil, karena sering sakit-sakitan, menurut kebiasaan orang Jawa; oleh orang tuanya namanya diganti menjadi Soekarno. Di kemudian hari ketika menjadi Presiden R.I., ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah.</p>
<p>Sebutan akrab untuk Ir. Soekarno adalah Bung Karno.</p>
<h3><span class="mw-headline">Achmed Soekarno</span></h3>
<p>Di beberapa negara Barat, nama Soekarno kadang-kadang ditulis Achmed Soekarno. Hal ini terjadi karena ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat, sejumlah wartawan bertanya-tanya, "Siapa nama kecil Soekarno?" karena mereka tidak mengerti kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama saja atau tidak memiliki nama keluarga. Entah bagaimana, seseorang lalu menambahkan nama Achmed di depan nama Soekarno. Hal ini pun terjadi di beberapa Wikipedia, seperti wikipedia bahasa Ceko, bahasa Wales, bahasa Denmark, bahasa Jerman, dan bahasa Spanyol.</p>
<p>Sukarno menyebutkan bahwa nama Achmed di dapatnya ketika menunaikan ibadah haji.[4]</p>
<p>Dan dalam beberapa versi lain, disebutkan pemberian nama Achmed di depan nama Sukarno, dilakukan oleh para diplomat muslim asal Indonesia yang sedang melakukan misi luar negeri dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh negara-negara Arab.</p>
<p><img src="/DOCUME~1/okta/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mahatma Gandhi]]></title>
<link>http://fromyuni.wordpress.com/?p=147</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 09:01:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>fromyuni</dc:creator>
<guid>http://fromyuni.no.wordpress.com/2008/10/04/mahatma-gandhi/</guid>
<description><![CDATA[http://id.wikipedia.org/wiki/Mahatma_Gandhi
Mohandas Karamchand Gandhi (2 Oktober 1869—30 Januari ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Mahatma_Gandhi</p>
<p>Mohandas Karamchand Gandhi (2 Oktober 1869—30 Januari 1948) (aksara Devanagari: मोहनदास करमचन्द गांधी) juga dipanggil Mahatma Gandhi (bahasa Sansekerta: "jiwa agung") adalah seorang pemimpin spiritual dan politikus dari India.</p>
<p>Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni Britania Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri.</p>
<p>Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai.</p>
<h2><span class="mw-headline">Biografi</span></h2>
<p>Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 di negara bagian Gujarat di India. Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.</p>
<p>Ketika kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris; hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah Kemaharajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran.</p>
<p>Rakyat dari agama dan suku yang berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama Hindu dan Islam mempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia menyukai pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara.</p>
<p>Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi.</p>
<p>Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai "jalan yang benar" atau "jalan menuju kebenaran", telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa).</p>
<p>Pada 30 Januari 1948, Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia terlalu memihak kepada Muslim.</p>
<h2><span class="mw-headline">Warisan ajaran Gandhi di Indonesia</span></h2>
<p>Selain tokoh-tokoh perjuangan anti kekerasan, keadilan dan perdamaian di tingkat dunia, di Indonesia pun ajaran Gandhi menemukan lahan yang subur. 