<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>infrastruktur &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/infrastruktur/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "infrastruktur"</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 02:37:55 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bygger upp och river ner]]></title>
<link>http://betongelit.wordpress.com/?p=275</link>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 16:41:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>karlr</dc:creator>
<guid>http://betongelit.wordpress.com/?p=275</guid>
<description><![CDATA[Banverket tänker lägga ner ett antal kilometer lågtrafikerad järnväg under planperioden 2010 ti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Banverket tänker lägga ner ett antal kilometer lågtrafikerad järnväg under planperioden 2010 till 2019. Detta står i deras ”<a href="http://banportalen.banverket.se/banportalen/templates/bvSubPage.aspx?id=1103&#38;epslanguage=SV">Järnvägens bidrag till samhällsutvecklingen, inriktningsunderlag 2010 – 2019</a>”. De flesta av dessa kilometer utgörs enligt rapporten av gamla räler och dåliga sliprar som behövs bytas (kap 4.5). Förfallet går också snabbare pga att internationell trafik med högre boggitryck skakar sönder banvallarna snabbare. </p>
<p>Längre ner i rapporten kan man läsa om det ökade resandet på järnväg. I alla regioner ökar resandet. Ett högre spårtryck således och tågen kommer att få svårare att få plats. Ifall något händer blir det större följdeffekter än i nuläget. </p>
<p>Banverket satsar på nytt också. Europakorridoren ligger med i planerna och likaså Götalandsbanan. Fint så, men det lågtrafikerade då? Ifall något händer längs en sträckning skulle man kunna omdirigera en del trafik, åtminstone gods. Rustar man upp de gamla banvallarna kan godset företrädesvis gå där, med ökad plats på de persontrafikerade rutterna som följd, vilket i sin tur ger större marginaler ifall en försening sker (och det händer ju titt som tätt).</p>
<p>Varför vill banverket endast satsa på de sträckor som ger internationell publicitet? Jo, pengarna ska ju tas någonstans ifrån, det är ju oundvikligt. Men allt prat om levande landsbygd, nån gång ska väl det bli mer än ett spel för gallerierna. </p>
<p>/Karl Rüter</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ruas Mojosari Terbebaskan, Jalinbar Berlanjut]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2559</link>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 01:51:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2559</guid>
<description><![CDATA[Rencana Pemkab Malang untuk membuka Gerbang Timur Jalibar (Jalan Lingkar Barat), akhirnya menjadi ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Rencana Pemkab Malang untuk membuka Gerbang Timur Jalibar (Jalan Lingkar Barat), akhirnya menjadi kenyataan. Kepala Bagian Pertanahan Sekdakab Jamhuri mengatakan Jalan Mojosari resmi terbebaskan. Dengan demikian, pengembangan gerbang timur Jalibar alternatif terakhir bisa segera dilakukan.</p>
<p>Menurut Jamhuri, setelah melalui negoisasi yang cukup alot, akhirnya pemilik lahan di kawasan Jalan Mojosari bisa mengerti. Rencananya, Jalan Mojosari bakal diperlebar hingga sekitar 30 meter untuk gerbang timur Jalibar. Dikatakan, kawasan tersebut dimilik warga Desa Mojosari dan Warga Desa Ngadilangkung. <!--more--></p>
<p>“Jalan Mojosari itu perbatasan dua desa, lahan disana susah bebas, harga sekitar Rp 195 Ribu,” ungkapnya saat menghadiri hearing sengketa Purboyo di Gedung DPRD kemarin.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Malang menyusun tiga skenario untuk membuat gerbang Jalibar. Planning I, Jalibar bakal ditembuskan di utara Rumah Makan Ontario di Desa Mojosari. Sedangkan rencana kedua, Gerbang bakal dibuat diutara STIT Raden Rakhmat.</p>
<p>“Di utara RM Ontario masih macet mas, belum deal harga, warga meminta harga tanah diatas penaksiran tim apraisal,” ungkap Kasubag Pertanahan Sekdakab Subianto ditemui Malang Post waktu itu.<br />
Polemik makin berkepanjangan, Pemkab Malang kemudian meminta pemilik areal persawahan di utara Rumah Makan Ontario tidak pasang harga berlebihan. Mantan Assisten I Sekdakab Zen Achmad, menyatakan Pemkab Malang tidak bakal membeli tanah yang ditaksir dengan patokan harga lima atau sepuluh tahun ke depan. Zen malah mensinyalir adanya provokator yang memanasi warga agar meminta harga lebih tinggi dari taksiran Apreisal.</p>
<p>“Rencananya, kita bakal membangun dua gerbang, yaitu di jalan Mojosari dan utara RM Ontario. Tapi jika warga utara Ontario masih susah, terpaksa kita pakai satu pintu saja,” ungkap Zen waktu itu.</p>
<p>Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, Pemkab Malang sempat dipusingkan pembebasan lahan Jalibar sepanjang ± 800 meter yang berlokasi di Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen. Dari total panjang Jalibar ± 5,3 km, Jalibar, terbagi dalam dua jalur kendaraan dengan lebar badan jalan mencapai 26 meter, sedangkan lebar gerbang timur dan barat masing-masing sekitar 30 meter.(ary/eno)<br />
(Ary Bagus Wicaksono/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Warga Dukung Pembangunan Gorong-Grong Sumbersari]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2541</link>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 01:31:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2541</guid>
<description><![CDATA[ Warga menaku senang atas pembuatan gorong-gorong di perempatan ITN untuk mengatasi banjir di kawasa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>[caption id="attachment_2543" align="alignright" width="384" caption=" Warga menaku senang atas pembuatan gorong-gorong di perempatan ITN untuk mengatasi banjir di kawasan Sumbersari. (foto:Muflik Farid/Malangpost)"]<img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/09/sumbersari-drainase.gif" alt="Muflik Farid/Malangpost)" title="sumbersari-drainase" width="384" height="266" class="size-full wp-image-2543" />[/caption] Warga kawasan Sumbersari dan pengguna jalan sangat berharap dua proyek saluran drainase yang sedang dikerjakan di kawasan Sumbersari bisa mengatasi  banjir. Sebab selama musim hujan lalu, banjir di kawasan Sumbesari sangat meresahkan warga dan pengguna jalan. </p>
<p>Sejumlah warga Sumbersari yang ditemui Malang Post kemarin merasa senang ketika mengetahui ada proyek penanganan banjir di kawasan itu. Mereka berharap, setelah dua proyek drainase itu selesai, persoalan banjir pun langsung bisa diatasi. Rumah-rumah mereka pun bebas dari ‘serangan’ banjir dadakan musim hujan. <!--more--></p>
<p>“Selama ini warga sekitar sini menderita. Kalau mulai musim hujan, pasti banjir. Warga kan tidak tenang. Pokoknya sangat terganggu. Syukurlah mulai ada solusi untuk mengatasi banjir di sini,” kata Prapto, warga Sumbersari. </p>
<p>Dia berharap, pengerjaan dua proyek itu bisa selesai sebelum musim hujan. “Jadi waktu hujan tidak ada masalah lagi. Banjir sudah teratasi, inilah harapan warga,” katanya saat ditemui kemarin siang. Tidak hanya Prapto saja, Cahyono, warga lainnya juga mengatakan hal yang sama. “Semula saya menduga tidak ada tanggapan dari pemkot. Ternyata mulai ada tanggapan. Ya semoga banjir bisa diatasi,” katanya. </p>
<p>Cahyono mengatakan, warga di luar kawasan Sumbersari atau yang hanya sekadar melintas di Jalan Sumbersari saja, mungkin menganggap sepele persoalan banjir di Sumbersari. “Tapi bagi warga sini, sangat mengganggu. Kalau banjir, saya harus berputar agak jauh,” katanya. Bahkan, lanjutnya, sampai masuk ke rumah penduduk, terutama yang di sekitar kampus ITN. </p>
<p>Tidak hanya warga saja, pengendara motor yang rutin melewati kawasan itu juga merasa senang. “Ya senang karena sudah ada usaha yang konkret mengatasi banjir di sini. Soalnya kalau hujan sangat merepotkan,” katanya. </p>
<p>Walaupun dalam masa pengerjaan sempat memacetkan arus lalu lintas, warga tak mempersoalkannya. “Tidak apa-apa. Kan macetnya hanya sebentar, toh nanti juga tidak macet lagi. Ini kan juga untuk kepentingan bersama,” kata Lukman, pengendara motor lainnya. </p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini Pemkot Malang melalui Dinas Kimpraswil mulai membangun saluran drainase di kawasan Sumbersari. Ada dua proyek pengerjaan untuk mengatasi banjir. (van/lim) (Vandri Van Battu/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemkab Siapkan Jalan Mudik Lebaran]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2495</link>
<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 00:28:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2495</guid>
<description><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Malang melakukan perbaikan jalan terutama di jalur rawan bencana untuk persiapa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Kabupaten Malang melakukan perbaikan jalan terutama di jalur rawan bencana untuk persiapan a0rus mudik lebaran. </p>
<p>Kepala Dinas Bina Marga Pemkab. Malang Muhammad Anwar mengatakan ada prioritas untuk peningkatan kondisi jalan. Khususnya difokuskan di jalan rawan bencana, jalan masuk wisata, dan jalan utama ibukota kecamatan.</p>
<p>Sejauh ini, sambungnya, hasil pendataan petugas menyebutkan sepanjang jalan rawan bencana di Pujon, Ngantang, dan Kasembon untuk akses Malang-Kediri. <!--more-->Pihaknya juga mulai meningkatkan pengawasan di jalur itu karena dalam kondisi rusak ringan. Sepanjang jalan itu banyak yang berlobang sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan. </p>
<p>Jalan rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang akses Malang-Kediri itu berada di Jl. Raya Ngeprih Pujon Kilometer (Km) 19-20, Raya Mulyorejo Ngantang Km 28-29, dan Raya Desa Jombok Ngantang Km 33-34. </p>
<p>Selain itu, daerah rawan longsor juga terdapat di raya Desa Gunung Geger dan Banduarjo Kecamatan Pagak, Desa Ampelgading Km 57-59 dan Raya Desa Tirtoyudo Km 64-66 jurusan Malang-Lumajang.<br />
"Kerusakan ringan yang ditandai dengan jalan berlobang sudah diperbaiki melalui program pemeliharaan. Rambu-rambu lalu lintas juga sudah dipasang," tegasnya. </p>
<p>Bahkan, kondisi jalan rusak ringan yang biasa digunakan untuk arus mudik dan balik akses Malang-Surabaya, Malang-Blitar, dan Malang-Lumajang, juga sudah didata seluruhnya untuk segera diperbaiki.</p>
<p>Selain itu, akses jalan menuju obyek wisata pantai Balekambang dan Poncokusumo juga sudah ditingkatkan dari aspal biasa menjadi hotmik.(eno) (eno/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Megaproyek Infrastruktur Jalan di Empat Lawang]]></title>
<link>http://rdar.wordpress.com/?p=1028</link>
<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 17:26:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>rdar</dc:creator>
<guid>http://rdar.wordpress.com/?p=1028</guid>
<description><![CDATA[RADAR PALEMBANG, PROGRAM – Minimnya infrastruktur jalan merupakan kendala utama dalam menjangkau p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:&#34;" lang="DE">RADAR PALEMBANG, PROGRAM </span></strong><span style="font-family:&#34;" lang="DE">– Minimnya infrastruktur jalan merupakan kendala utama dalam menjangkau pelayanan masyarakat secara maksimal di Kabupaten Empat Lawang. Untuk itulah untuk mempersempit rentang kendali  antara pusat pelayanan masyarakat dengan warganya, Pemkab Empat Lawang memperioritaskan pembangunan infrastruktur jalan alternatif yang menghubungi kota pendukung ibukota Empat Lawang, Tebingtinggi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;" lang="DE"> Menurut Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri, program yang menjadi perioritas yakni pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan antara Kota Tebingtinggi dengan kota pendukung Pendopo. Sebab katanya, selama ini jarak kedua kota tersebut cukup sulit dilalui dengan menempuh jarak 2 jam lebih. ”Untuk mempersingkat waktu kita memprogramkan pembangunan jalan poros antara kedua kota tersebut. Nantinya setelah jalan tersebut selesai akan menempuh jarak kurang dari setengah jam,” ungkapnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;" lang="DE">Selain jalan poros Tebingtinggi-Pendopo, Toni juga mengungkapkan infrastruktur jalan yang masuk dalam prioritasnya adalah dengan membuka akses jalan menuju kota kecamatan yang lainnya. </span><span style="font-family:&#34;" lang="SV">Antara lain, Tanjung Raman Pendopo-Tanggul Itam  dan Talang Padang Pasemah Air Keruh. Kemudian Simpang Perigi-Kunduran-Air Mayan Pasemah Air Keruh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"> “Selama ini bagi sebagian masyarakat Empat Lawang, Pasemah Air Keruh merupakan daerah yang jarak jangkauannya sangat jauh. Namun dengan dibukanya nanti akses jalan tersebut maka masyarakat memiliki alternatif jalan selain melalui Ulu Musi dan ini akan semakin membuka akses ekonomi masyarakat yang merupakan daerah penghasil kopi,“ ungkap Toni. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;" lang="SV"> Untuk mendukung program tersebut ungkap Toni, pihaknya akan menganggarkan pembangunannya melalui APBD Kabupaten Empat Lawang setidaknya dalam dua tahapan. “Kita akan mencoba menghindari pembiayaan dengan sistem tahun jamak, untuk itu kita meminta Pemerintah Provinsi Sumsel untuk pendukung program tersebut,“ katanya. </span><strong><span style="font-family:&#34;">(obi) </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&#34;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Vänersborg - en isolerad stad i ett u-land?]]></title>
<link>http://curla.wordpress.com/?p=1030</link>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 15:19:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>tolofs</dc:creator>
<guid>http://curla.wordpress.com/?p=1030</guid>
<description><![CDATA[Som många redan vet så ska Lag Stenberg spela en tävling i Vänersborg den 12-14 sept. Av den myc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Som många redan vet så ska Lag Stenberg spela en tävling i Vänersborg den 12-14 sept. Av den mycket logiska anledning försökte jag igår finna ett lämpligt sätt att transportera sig från min och Axels hemstad Linköping till Vänserborg.</p>
<p>Detta visade sig va lättare sagt än gjort. Min första plan var tåg men tydligen har SJ glömt eller förträngt att Vänserborg existerar. Det krävdes typ minimum 3 byten och 5 timmars resa för att ta sig dit och när jag inte är särskilt intresserad av en dagstur på västgötaslätten så testade jag buss.</p>
<p>Vilket visade sig vara lika dåligt, för nu skulle jag tvingas åka till göteborg! (sveriges baksida) och vem fan vill dit och byta buss plus att det är en jäkla omväg.</p>
<p>Är det någon som har tips på hur man kommer till Vänersborg från Linköping på bästa sätt? Alla tips mottages vänligen för annars tivngas jag som mina förfäder på 1000-talet resa till häst och vagn för det verkar bättre än de alternativ u-landet Sverige kan erbjuda.</p>
<p><a href="http://curla.files.wordpress.com/2008/09/hast-o-vagn.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1032" src="http://curla.wordpress.com/files/2008/09/hast-o-vagn.jpg" alt="" width="224" height="330" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Frankenbahn: Bis 2016 keine zusätzlichen Züge]]></title>
<link>http://frankenbahn.wordpress.com/?p=14</link>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 21:53:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>scritti</dc:creator>
<guid>http://frankenbahn.wordpress.com/?p=14</guid>
<description><![CDATA[Region Heilbronn - Auf der Frankenbahn zwischen Heilbronn und Würzburg fahren mindestens bis zum Ja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Region Heilbronn - Auf der Frankenbahn zwischen Heilbronn und Würzburg fahren mindestens bis zum Jahr 2016 nicht mehr Züge als bisher. Das sagte jetzt der Staatssekretär im baden-württembergischen Innen- und Verkehrsministerium, Rudolf Köberle. Unabhängig davon will das Ministerium weiter prüfen, wie die Verbindung zwischen Heilbronn und Würzburg verbessert werden kann. Das teilte ein Sprecher des Ministeriums auf Anfrage unserer Zeitung mit. 2016 läuft der Vertrag des Landes mit der Deutschen Bahn aus.</p>
<p>Hier der ganze Artikel aus der <a href="http://www.stimme.de/heilbronn/nachrichten/region/sonstige;art16305,1329091" target="_blank">Heilbronner Stimme</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[VCD beklagt Versäumnisse der Landesregierung beim Bahnverkehr in Nord-Württemberg]]></title>
<link>http://frankenbahn.wordpress.com/?p=11</link>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 21:48:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>scritti</dc:creator>
<guid>http://frankenbahn.wordpress.com/?p=11</guid>
<description><![CDATA[Gutachteritis soll von Verantwortlichkeit des Landes ablenken
Die wiederholten Äußerungen von Staa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gutachteritis soll von Verantwortlichkeit des Landes ablenken</strong></p>
<p>Die wiederholten Äußerungen von Staatssekretär Köberle, die Verbesserung der Verkehrsverhältnisse auf der Bahnstrecke Stuttgart -- Heilbronn -- Würzburg ("Frankenbahn") sei ein wichtiges Anliegen der Landesregierung, wird vom Umwelt- und Verbraucherverband Verkehrsclub Deutschland (VCD) e.V. kritisch hinterfragt.</p>
<p>VCD-Vorsitzender Matthias Lieb: "Die Landesregierung hat die Fahrpläne der Frankenbahn in den Jahren 2005 und 2007 systematisch ausgedünnt und das von ihr verantwortete Nahverkehrsangebot für die Bürger massiv verschlechtert. Trotz jahrelanger Ankündigungen weigert sich das Land bis heute, einen Stundentakt zwischen Stuttgart und Würzburg einzurichten. Nach einem klaren Bekenntnis zur Frankenbahn sieht dies nicht aus."</p>
<p>Die ganze Pressemitteilung findet sich auf der <a href="http://www.vcd-bw.de/presse/2008/15-2008/index.html" target="_blank">VCD-Website</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Verkehrspolitik à la Baden-Württemberg]]></title>
<link>http://frankenbahn.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 21:31:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>scritti</dc:creator>
<guid>http://frankenbahn.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Stuttgart 21 soll ja nun gebaut werden. Kosten insgesamt rund 4,8 Milliarden Euro: 2.800.000.000 Eur]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Stuttgart 21</strong> soll ja nun gebaut werden. Kosten insgesamt rund <strong>4,8 Milliarden Euro</strong>: 2.800.000.000 Euro für den <a href="http://www.scritti.de/text/S21.html" target="_blank">Tunnelbahnhof in Stuttgart</a>, 2.000.000.000 Euro für die Neubaustrecke Stuttgart-Ulm. Neuste Gutachten gehen davon aus, dass diese Zahlen wieder einmal schön gerechnet sind und nicht ausreichen werden, mindestens das Doppelte scheint realistisch, siehe oben...</p>
<p>Zum Vergleich:</p>
<p>Die <strong>Gäubahn Stuttgart-Singen-Schaffhausen(-Zürich)</strong> ist seit dem Zweiten Weltkrieg auf weiten Abschnitten nur eingleisig und müsste dringend saniert und wieder zweigleisig ausgebaut werden. Dafür kämpft die Region vor Ort seit langem. Bis 2012 soll es Verbesserungen und eine Beschleunigung des ICE-Verkehrs geben. Für einen durchgehenden zweigleisigen Ausbau und eine Modernisierung der Strecke fehlt das Geld. Zugesagt hat der Bund bisher nur 10 Mio. Euro (!) für das zweite Gleis bei Horb. Allein für die Beschleunigung zwischen Singen und Horb sind aber 50 Mio. Euro Baukosten kalkuliert...</p>
<p>Die <strong>Rheintalbahn von Karlsruhe über Offenburg nach Basel</strong> stellt für die Schweiz die wichtigste Zulaufstrecke für den geplanten Gotthard-Basistunnel und den Schienengüterverkehr dar. Es gibt Vereinbarungen zum viergleisigen Ausbau der Strecke bis 2018, an der Finanzierung auf deutscher Seite beteiligt sich sogar die Schweiz - freiwillig! Doch nach derzeitiger Verteilung der Finanzmittel und bei Beibehaltung des Bautempos wird die Strecke erst 2025 fertig - frühestens...</p>
<p>Die <strong>Südbahn</strong> <strong>Ulm-Friedrichshafen(-Lindau)</strong> ist zwar zweigleisig ausgebaut, aber nicht elektrifiziert. Seit Jahren gibt es Diskussionen, die Strecke endlich zu elektrifizieren und zu modernisieren, schon wegen ihrer möglichen Funktion als Zulaufstrecke zu den neuen Schweizer Alpentunneln. Es passiert jedoch nichts - kein Geld...</p>
<p>Die <strong><a href="http://www.scritti.de/text/Frankenbahn.html" target="_blank">Frankenbahn Würzburg-Heilbronn</a>(-Stuttgart)</strong> ist vor allem hinsichtlich der Streckentechnik in einem beklagenswerten Zustand. Zwar ist die Linie weitgehend zweigleisig und elektrifiziert, es gibt jedoch eine eingleisige Lücke, die den Betrieb teilweise behindert. Dieser Lückenschluss sowie eine Anpassung der Strecke für Tempo 140 würde rund 28 Mio. Euro kosten. Anfang 2008 soll nun ein weiteres Gutachten Aufschluss darüber geben, ob sich ein Streckenausbau wirklich lohnt. Das Brisante: Das 200.000-Euro teure Gutachten wird nun von der Stadt Heilbronn und den betroffenen Landkreisen finanziert, weil Land Baden-Württemberg und DB Netz sich weigern, hier irgendetwas zu tun...</p>
<p>Die <strong>Krebsbachtalbahn</strong> Neckarbischofsheim - Hüffenhardt (Eigentümer Infrastruktur Südwestdeutsche Verkehrs-Aktiengesellschaft SWEG, eine 100prozentige Tochter des Landes Baden-Württemberg) wird im Rahmen des Ausbaus der S-Bahn Rhein-Neckar noch 2008 endgültig stillgelegt. Die Infrastruktur ist veraltet, für einen Weiterbetrieb gibt es kein Konzept, angeblich weder Fahrgäste noch Güterkunden und vom Land auch kein Geld...</p>
<p>Beim Ausbau der <strong>Bahnstrecke von Ulm nach Augsburg</strong> herrscht Stillstand – das berichtet am 13.6.2008 die <a href="http://www.augsburger-allgemeine.de/Home/Nachrichten/Bayern/Artikel,-Stillstand-fuer-Bahnausbau-von-Ulm-nach-Augsburg-_arid,1248938_regid,2_puid,2_pageid,4289.html" target="_blank">Augsburger Allgemeine</a>. Bund, DB und Land Bayern sind sich einig: Aus dem Projekt - der Region immer wieder als Ausgleich für die Abkopplung von der ICE-Neubaustrecke München-Ingolstadt-Nürnberg versprochen - wird vorerst nichts. Kein Geld. Aktuelle Planungen mit verlässlichen Kostenansätzen gebe es für Ulm-Augsburg nicht, frühere "Grobplanungen" seien "nicht mehr seriös"...</p>
<p><em>Fortsetzung folgt...</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengerukan Embung Bureng Dikebut]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2371</link>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 17:55:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2371</guid>
<description><![CDATA[Kontraktor pengerukan Embung Bureng di Kecamatan Gondanglegi terus mengebut rehab waduk kecil tadah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/09/embung.gif" alt="" width="350" height="185" class="alignright size-full wp-image-2372" />Kontraktor pengerukan Embung Bureng di Kecamatan Gondanglegi terus mengebut rehab waduk kecil tadah hujan itu. Proyek dengan dana APBN tahun 2008 sebesar Rp 1.757.108.100 itu ditargetkan selesai dalam kurun waktu 180 hari. Hingga kemarin, dua backhoe PT Biro Bangunan Abadi masih tampak melakukan pengerukan di areal embung.</p>
<p>Proyek rehab embung itu merupakan kegiatan pengembangan dan konservasi sumberdaya air yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah DAS Brantas berkantor di Surabaya.<!--more--> Pendangkalan sedimen di areal embung, dikhawatirkan mengurangi kapasitas air untuk keperluan irigasi. Menurut Kepala Dinas Pengarian Kabupaten Malang Ir Budi Iswoyo, embung Bureng mengairi baku sawah seluar 400  600 ha.</p>
<p>“Embung Bureng berkapasitas 70 meter kibik, pendangkalan sedimen  di areal itu menyebabkan pasokan air irigasi tidak optimal,” ujar Budi.</p>
<p>Menurut Budi, akibat pendangkalan sedimen, kedalaman air pada Embung hanya berkisar 3-4 meter. Padahal supaya pasokan air irigasi optimal, dibutuhkan kedalaman air sekitar 7 hingga 10 meter. Sehingga kebutuhan air sekitar 400 – 600 hektar baku sawah di 10 desa kecamatan Gondanglegi bisa tercukupi.</p>
<p>“Ada dua Embung yang bakal diperbaiki, satunya Embung Suwaaru di Kecamatan Pagelaran. Selain untuk sawah, air bersih dari Embung juga bisa dimanfaatkan lima desa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,“ imbuh Budi.</p>
<p>Menurut Budi pengerukan kedua embung tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. Pemkab Malang hanya menyediakan sharing dana Rp 75 juta, sebagai biaya sosialisasi dan pemasangan patok saat pengerukan. Saat ini dari sekitar delapan Embung di Kabupaten Malang, hanya lima Mbung yang masih efektif (belum mengalami pendangkalan serius).</p>
<p>“Embung yang masih baik tersebar di kecamatan Dampit, Singosari, Gedangan, Pagelaran dan Gondanglegi. Kedelapan Embung mengairi baku sawah lebih dari 1500 hektar. Pembangunan satu embung menghabiskan dana Rp 3 miliar, tahun 2008 ini Dinas berencana membangunan dua embung di Desa Argosari Kecamatan Jabung dan Wagir. Lahan di kedua wilayah tersebut berpotensi ditanami padi tiga kali panen, sekarang hanya palawija karena debit air kurang,” pungkas Budi.(ary)<br />
(Ary Bagus Wicaksono/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Klassekampen støtter Frp!]]></title>
<link>http://fremover.wordpress.com/?p=119</link>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 01:51:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tom</dc:creator>
<guid>http://fremover.wordpress.com/?p=119</guid>
<description><![CDATA[Ja, du leste riktig! I dagens leder drøftes forvaltningen av Norges oljeinntekter. Der er de noe be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ja, du leste riktig! <a href="http://www.klassekampen.no/54741/article/item/null" target="_blank">I dagens leder</a> drøftes forvaltningen av Norges oljeinntekter. Der er de noe bekymret over den delen av formuen som er plassert i utlandet. De er redd for at pengene rett og slett skal forsvinne.</p>
<blockquote><p>Likevel er det et selvstendig poeng for Norge å bruke pengene til å utvikle infrastruktur, forskning og næringsutvikling som gjør at landet står bedre rustet for framtida. Frps ulike forslag om å opprette fond, blant annet for infrastruktur og fornybar energi, bør derfor vurderes nøye av alle politiske partier. Det er en forskjell på investeringer og løpende forbruk, ikke minst med tanke på den dagen oljeinntektene forsvinner. Det er også slik at penger plassert i det internasjonale aksjemarkedet kan forsvinne, i en situasjon med en større internasjonal nedsmelting eller krakk. Å basere sin framtid på at det ikke vil kunne skje store endringer i det internasjonale finans- og aksjemarkedet, er å basere seg på svært luftige forutsetninger.</p></blockquote>
<p>Om verdiene skulle forsvinne, må det skje noe drastisk. Noe så drastisk, at Dovre faller. Da er vi ikke mer …</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Neues Standrohr und viele Ziegelsteine]]></title>
<link>http://nummer22.wordpress.com/?p=133</link>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 22:49:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>bine</dc:creator>
<guid>http://nummer22.wordpress.com/?p=133</guid>
<description><![CDATA[So, ein neues Standrohr hat&#8217;s heute morgen gegeben, also ist die Wasserversorgung gesichert  
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>So, ein neues Standrohr hat's heute morgen gegeben, also ist die Wasserversorgung gesichert :-)</p>
<p>Heute abend stand die gesamte Kellerdecke und der schmale Grünstreifen vor der Baugrube voll mit Ziegelpaletten. Man sieht kaum noch etwas von der Baustelle - überall diese Klötze! Hat etwas von einem modernen Kunstwerk.</p>
<p>Tine hat mit den Stadtwerken telefoniert wegen der diversen Anschlüsse. Wir müssen einiges an Plänen einschicken und wieder mal Formulare ausfüllen. Ausgeführt wird das nach Aussage unseres Bauleiters allerdings erst, wenn Dach, Fenster und Türen drauf/drin sind.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[En cykel om dagen ]]></title>
<link>http://gusthlm.wordpress.com/?p=109</link>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 22:23:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>chrval</dc:creator>
<guid>http://gusthlm.wordpress.com/?p=109</guid>
<description><![CDATA[Av Elin Frid. Även publicerat på Elin Frids blogg
De senaste dagarna har tillbringats i Holland, E]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Av Elin Frid. Även publicerat på </strong></em><a href="http://elinfrid.blogg.se/2008/august/utkast-de-senaste.html" target="_blank"><em><strong>Elin Frids blogg</strong></em></a></p>
<p>De senaste dagarna har tillbringats i Holland, Europas kanske mest liberala land. Förutom den välutbredda prostitutionen och drogförsäljningen slås jag av det fantastiska i landets infrastruktur. Städerna är inte i huvudsak byggda för biltrafik.</p>
<p>Enbart Amsterdam verkar inneha fler cykelbanor än hela Sverige sammantaget och de små skogsvägarna på landet är som gjorda för cyklister, med en fil för bilarna och två för cyklarna. På något vis kan jag förlåta premiärministern (som under vårt besök i Haag provade en ny sportbil mitt framför våra ögon), för deras land har kommit så mycket längre än Sverige på den här fronten.</p>
<p>Bytet av fordon är slående. Det finns cykelpumpar utställda på specifika platser, välfungerande cykelgarage i flera våningar, såväl med som utan avgift, och rymliga, välmarkerade och färgade cykelbanor.</p>
<p>En ombyggnad av Stockholms innerstad till något så miljövänligt som cykeltrafik skulle tillföra flera mycket trevliga aspekter, samtidigt som vi saktar ned klimatförändringarnas snabba framfart. Att cykla är nyttigt för kroppen och det dagliga motionspasset kan motverka såväl fetma som andra sjukdomar. Vården skulle få mindre belastning och resuserna skulle kunna fördelas till de som verligen behöver dem. Cykel är ett mycket billigt fordon i jämförelse med bil eller kollektivtrafik, och flera familjer skulle tjäna ekonomiskt på systemet. De stora mängder avgaser som bland annat leder till nedstängning av dagis på Essingeöarna, på grund av hälsoskäl, skulle minska och bullret, som enligt forskare skall orsaka sömmnproblem, stress och oro bland befolkningen skulle minska.</p>
<p>Det finns ehuru en negativ aspekt; ombyggnaden skulle bli kostsam och lång. Kanske är det värt det?</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://elinfrid.blogg.se/images/2008/p1030090_15217649.jpg" alt="" width="213" height="267" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pasar Karangploso Masih Kurang Rp 900 Juta]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2244</link>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 07:44:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2244</guid>
<description><![CDATA[Pintu masuk Pasar Karangploso, relokasi pedagang di pasar itu masih menunggu pengadaan pagar dan pin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>[caption id="attachment_2245" align="alignright" width="350" caption="Pintu masuk Pasar Karangploso, relokasi pedagang di pasar itu masih menunggu pengadaan pagar dan pintu oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang."]<a href="http://indonesianic.files.wordpress.com/2008/08/pasar-karangploso.gif"><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/08/pasar-karangploso.gif" alt="Pintu masuk Pasar Karangploso, relokasi pedagang di pasar itu masih menunggu pengadaan pagar dan pintu oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang." width="350" height="213" class="size-full wp-image-2245" /></a>[/caption]Para pedagang Pasar Karangploso harus bersabar menunggu proses relokasi ke gedung baru. Pelaksanaan relokasi belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat karena Pemkab Malang bakal melengkapi infrastuktur pasar. Desain infrastuktur itu, saat ini masih dirancang Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikartarung).</p>
<p>Kepala Dinas Cikartarung Ir Romdhoni mengatakan pihaknya bakal melengkapi sketsel, pintu serta los baru di Pasar Karangploso. <!--more-->Penambahan infrastuktur tersebut diperkirakan bakal menelan anggaran sebesar Rp 900 juta. Saat ini bagian Tata Ruang masih merancang konstruksi yang sesuai untuk pasar tersebut.</p>
<p>“Masih kita rancang, butuh anggaran Rp 900 juta, meliputi sktesel, pintu dan penambahan los,” ujar Romdhoni kepada Malang Post.</p>
<p>Menurut Romdhoni desain tersebut juga menyangkut sempitnya waktu, karena pihaknya dikejar target. Mantan Kadis Binamarga itu mengungkapkan bahwa proyek itu harus selesai pada tahun ini. Sehingga, tim Ciptakarya juga merancang konstruksi yang bisa dikerjakan dalam waktu cepat.<br />
“Konstruksi menyesuaikan kebutuhan pasar dan sesuai dengan waktu pengerjaan, target kita tahun ini finish,” tegasnya.</p>
<p>Dia menambahkan, nominal anggaran sebesar Rp 900 juta sudah sesuai dengan kebutuhan. Pasalnya, pengerjaan los baru yang diprediksi menghabiskan biaya masih bisa disiasati. Menurut Romdhoni, penambahan los baru tersebut bisa dilakukan dengan membagi ruang los lama yang berukuran besar.<br />
“Kita tambah sekitar 80 los, murah kok tinggal memberi batas triplek pada los lama yang besar,” pungkasnya.(ary/jon)(Ary Bagus Wicaksono/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PJU Dipasang di Kawasan Pinggiran]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2199</link>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 15:28:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2199</guid>
<description><![CDATA[Ketua Komisi C, Ir Sofyan Edi Jarwoko mengecek tiang pemasangan PJU yang baru Pemasangan  lampu PJU ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>[caption id="attachment_2200" align="alignright" width="350" caption="Ketua Komisi C, Ir Sofyan Edi Jarwoko mengecek tiang pemasangan PJU yang baru"]<img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/08/tiang-pju.gif" alt="Ketua Komisi C, Ir Sofyan Edi Jarwoko mengecek tiang pemasangan PJU yang baru" width="350" height="287" class="size-full wp-image-2200" />[/caption] Pemasangan  lampu PJU tidak hanya di tengah kota saja. Sejumlah kawasan sudah diinventarisir sebagai lokasi pemasangan PJU. Kendati memasang banyak PJU, Dinas Pertamanan memastikan program ini tetap hemat energi. Karena sistem penerangannya menggunakan pengatur nyala lampu otomatis. </p>
<p>Usai rapat kerja tentang pemasangan PJU di Komisi C DPRD Kota Malang, kemarin, Kadis Pertamanan, Drs Mardjono memastikan pihaknya sudah menginventarisir sejumlah lokasi baru. Berbagai lokasi baru yang akan dipasang PJU kata Mardjono, di antaranya di Jalan Danau Sentani dan di sekitar Bale Arjosari.<!--more--> “Lampu penerangan umum dikawasan ini belum maksimal,” kata Mardjono kepada Malang Post. </p>
<p>Ketua Komisi C, Ir Sofyan Edi Jarwoko menambahkan, berbagai kawasan di Sukun juga harus dipasang lampu PJU. Berbagai lokasi yang diusulkan Edi  untuk pemasangan PJU  di antaranya, Gadang, Mulyorejo, Bakalan Krajan. Selain itu kawasan Mergosono juga membutuhkan lampu penerangan umum. </p>
<p>“Daerah lain di pinggiran kota yang selama ini belum tersentuh oleh PJU harus diinventarisir. Sehingga mendapat perhatian serius,” kata Edi usai rapat kerja tentang pemasangan PJU dengan Dinas  Pertamanan. </p>
<p>Menurut dia, pemasangan PJU, termasuk 300 PJU yang sedang dipasang dalam dua pekan terakhir ini merupakan suatu keharusan. “Ini bentuk dari pelayanan yang harus didapat warga. Selama ini, warga membayar pajak PJU karena itu warga punya hak mendapat pelayanan dalam hal penerangan jalan,” kata politisi Partai Golkar ini. </p>
<p>Kemarin usai, mempin rapat, Edi sempat meninjau tiang PJU yang akan dipasang di sekitar bundaran Tugu. “Tentu saja nanti ada evaluasi, tapi saat ini biarkan pengerjaan berlangsung,” kata sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Malang ini. </p>
<p>Sementara Kadis Pertamanan, Mardjono kembali menjelaskan, pemasangan PJU tetap memperhatikan program hemat energi. Karena itu, menurut dia, sekalipun ada pemasangan PJU baru, tapi daya listrik yang dipakai tetap. </p>
<p>Bahkan, lampu yang digunakan dan sistem PJU yang sedang dipasang ini menggunakan sistem hemat energi. Salah satu contohnya, kata Mardjono, ada pengatur nyala lampu yang dikontrol secara terpusat. </p>
<p>Nyala lampu PJU yang baru kata dia, dikendalikan dalam tiga tahap. Mulai pukul 18.00 sampai 22.00 WIB, lampu menyala terang. Pukul 22.00 sampai 02.00 WIB, terangnya nyala lampu mulai berkurang. Sedangkan  pukul 02.00 sampai pagi, lampu akan mulai meredup. “Dengan pola pengaturan ini, maka kita akan lebih hemat energi,” pungkas Mardjono. (van/lim)(Vandri Van Battu/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nya hastigheter]]></title>
<link>http://handelskammaren.wordpress.com/?p=573</link>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 10:45:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>anetterogers</dc:creator>
<guid>http://handelskammaren.wordpress.com/?p=573</guid>
<description><![CDATA[Nu anpassar Vägverket hastigheterna så att vi kan få köra 120 km/tim på vissa vägar. De flesta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Nu anpassar Vägverket hastigheterna så att vi kan få <a href="http://www.ekuriren.se/ekuriren/senaste_nytt.php?id=724921&#38;avdelning_1=102&#38;avdelning_2=370&#38;commentid">köra 120 km/tim </a>på vissa vägar. De flesta kommentarer till den typen av artiklar handlar också om de högsta hastigheterna. Det som också kommer att hända är att hastigheter på andra vägar kommer att sänkas. Dels pga att vägarna har en annan kvalitet men också för att det finns krav på att koldioxidutsläppen inte ska öka. Snabbare hastighet på några vägar innebär alltså långsammare hastigheter på andra vägar.</p>
<p>Infrastrukturen i Sverige är fenomenal om man jämför med t.ex. Ryssland men när det gäller investeringar i infrastruktur så halkar Sverige efter många länder i Europa. Enligt <a href="http://213.253.134.43/oecd/pdfs/browseit/0406029E.PDF">OECD rapporten</a> ligger Sverige under genomsnittet för OECD länderna. En gång i tiden låg vi långt framme och vårt välstånd har haft nytta av att Sverige tidigt investerade i järnväg och vägar. </p>
<p>Idag finns också förslag på <a href="http://di.se/Nyheter/?page=/avdelningar/loginpage.aspx%3Fredir%3Dhttp%253a%252f%252fdi.se%252favdelningar%252fdi%252fdefault.aspx%253ffromdise%253dtrue%2526lop%253d11%26win%3DDI%26LOGIN%3D%26PASS%3D%26openURL%3D">andra lösningar när det gäller finansiering</a> de sk OPS (Offentlig Privat Samverkan). Den offentliga sida pekar ofta på att staten kan låna billigare, men som OECD rapporten (s 149)  slår fast är OPS projekten ofta mer effektiva och kan därför vara mycket konkurrenskraftiga. Det som är angeläget är att viktiga infrastrukturprojekt inte fortsätter att skjutas på framtiden så att vi halkar efter ännu mer i den internationella konkurrensen.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penataan Parkir di Kawasan Industri Pulogadung]]></title>
<link>http://pedulikip.wordpress.com/?p=127</link>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 02:19:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>chrisgallery</dc:creator>
<guid>http://pedulikip.wordpress.com/?p=127</guid>
<description><![CDATA[Sebagai prasarana transportasi di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), jalan-jalan di lingkungan KIP m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai prasarana transportasi di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), jalan-jalan di lingkungan KIP memang harus ditata sedemikian rupa sehingga terkesan lebih asri, aman, nyaman dan tertib. Langkah yang diambil pengelola KIP memang membawa dampak yang cukup berarti. Misalnya dengan penataan akses keluar masuk KIP.</p>
<p>Namun kalau kita tinjau di lapangan, masih banyak ruas-ruas jalan utama yang dipadati dengan kendaraan parkir dimana-mana dan terkesaan kurang tertib. Ambil contoh di Jalan Rawagelam IV, Jalan Pulolio (akses Pintu III), akses Pintu II, Jalan Pulokambing dan beberapa ruas jalan yang lainnya.</p>
<p style="text-align:center;">[gallery]</p>
<p>Untuk masing-masing penghuni / tenant yang ada, apakah tidak sebaiknya disarankan kembali untuk membuat areal parkir di dalam areal kavlingnya sehingga tidak sampai keluar areal yang berdampak pada kemacetan di jalan akses depan areal kavlingnya.</p>
<p>Seandainya penataan parkirnya dapat ditata lagi atau lebih idealnya ditata ulang, dampaknya sungguh luar biasa bagi pengelola ataupun penghuni di KIP. Kondisi asri, aman, nyaman, dan tertib akan dengan sendirinya akan terlaksana setahap demi setahap. Ini mungkin merupakan langkah awal dari pembenahan infrastruktur, tapi menurut kami memang harus dilakukan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rädda liv - bygg ut E22]]></title>
<link>http://handelskammaren.wordpress.com/?p=561</link>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 07:41:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>mariakarlberg</dc:creator>
<guid>http://handelskammaren.wordpress.com/?p=561</guid>
<description><![CDATA[Jag läser i en rapport att om E22 byggs ut till motorvägsstandard, beräknas det medföra nära 80]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Jag läser i en rapport att om E22 byggs ut till motorvägsstandard, beräknas det medföra nära 80 färre döda och svårt skadade i trafiken varje år. Det innebär 80 mammor, pappor, syskon, barn, barnbarn, far- och morföräldrar, makar, partners, vänner och arbetskamrater som nu skadas svårt eller dör i onödan. Fatta beslut om att bygga ut E22 till motorväg!</p>
<p>Läs mer om detta och andra argument för att bygga ut E22 <a href="http://www.e22.nu" target="_blank">här</a>.</p>
<p>Andra bloggar om: <a rel="tag" href="http://bloggar.se/om/E22">E22</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Batu Bakal Bangun Sentra Pengolahan Limbah]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2104</link>
<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 15:58:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2104</guid>
<description><![CDATA[Pembangunan pengolahan limbah bantuan dari Pemprov Jatim yang dibangun di Kelurahan Temas Kota Batu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>[caption id="attachment_2105" align="alignright" width="288" caption="Pembangunan pengolahan limbah bantuan dari Pemprov Jatim yang dibangun di Kelurahan Temas Kota Batu dengan sistem wetland treathment."]<img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/08/batu-limbah.gif" alt="Pembangunan pengolahan limbah bantuan dari Pemprov Jatim yang dibangun di Kelurahan Temas Kota Batu dengan sistem wetland threatment." width="288" height="215" class="size-full wp-image-2105" />[/caption] Kota Batu bakal membangun pengolahan limbah terpadu yang dapat digunakan untuk pengolahan limbah domestik dan industri. Tahun ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu mulai melakukan kajian dan penelitian untuk pembangunan pengolahan limbah terpadu.</p>
<p>Dalam APBD Kota Batu tahun 2008 sudah dianggarkan sebesar Rp 184 juta untuk melakukan penelitian dan pengkajian pembangunan pengolahan limbah cair terpadu. Menurut Kepala Bapedda Kota Batu, Dri Atmojo, perencanaannya sudah mulai dilakukan, mulai dari penelitian dan pengkajiannya.<!--more--></p>
<p>“Pengkajian dan penelitiannya harus matang. Karena terkait dengan pengolahan limbah terpadu yang akan mengolah semua limbah cair yang ada di Kota Batu, baik domestik maupun industri,” kata Dri kepada Malang Post, kemarin.</p>
<p>Rencananya, pembangunan pengolahan limbah terpadu itu akan ditempatkan di daerah kawasan rendah untuk mempermudah aliran dan pengolahan limbahnya. Sistemnya pengolahannya akan mengunakan sistem zona. Zonanya akan disesuikan dengan jenis limbah yang akan diolah nantinya.</p>
<p>Menurutnya, limbah perhotelan dan industri pariwisata harus dilengkapi dengan dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL). Nantinya, jika pengolahan limbah terpadu sudah selesai akan dijadikan satu dalam satu pengolahan yang terpadu.<br />
“Akan dibagi dalam beberapa zoning. Limbah deterjen yang selama ini paling sulit untuk diolah. Hasil air yang telah diolah akan dialirikan ke sungai. Air tersebut sudah tidak terjemar dengan limbah,” ungkapnya.</p>
<p>Meski Pemkot Batu baru akan melakukan perencanaan, masyarakat Temas Kota Batu sudah melakukan pengolahan limbah dengan sistem wetland yang bekerjasama dengan ESP-USAID. Bahkan, saat ini pengolahan limbah itu tengah diperbesar untuk dapat menampung limbah cair lebih besar lagi. Awalnya, limbah yang dapat ditampung hanya untuk 30 rumah tangga yang terdiri dari rumah pemotongan ayam, industri tahu dan tampe. Setelah selesai dibangunan nantinya akan mampu menampung sekitar 500 rumah, baik limbah domestik maupun limbah dari industri kecil yang ada di wilayah Temas. Pembangunan pengolahan limbah skala besar itu berasal dari bantuan Pemprov Jatim. </p>
<p>“Saat ini masih dalam pembangunan dan dilaksanakan langsung Pemprov Jatim. Kalau sudah selesai pembangunanya sudah dapat menangani permasalahan limbah yang ada di Temas,” tambah Kadis KLH Kota Batu, Hidayat Murtadho. (aim)<br />
 (muhaimin/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengembangan Ekonomi Lokal]]></title>
<link>http://antonthegreat.wordpress.com/?p=12</link>
<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 04:30:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>Anton</dc:creator>
<guid>http://antonthegreat.wordpress.com/?p=12</guid>
<description><![CDATA[Pada masa orde baru, segala kekuasaan atas pemerintahan dan pengelolaan sumber daya dikuasai oleh pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Pada masa orde baru, segala kekuasaan atas pemerintahan dan pengelolaan sumber daya dikuasai oleh pemerintah pusat. Sejak bergulirnya era reformasi dan demokrasi di Indonesia pada tahun 1998, sistem pemerintahan berubah secara drastis. Kekuasaan pemerintahan dan pengelolaan sumber daya alam diserahkan kepada masing-masing daerah, yang lebih dikenal dengan sistem desentralisasi. Dengan adanya perubahan sistem tersebut, konteks pengembangan ekonomi lokal juga mengalami perubahan secara dramatis.<!--more--></p>
<p style="text-align:left;">Sudah menjadi rahasia umum bahwa pola perkembangan ekonomi nasional tidak terfokus sehingga hal ini juga mengimbas pada pengembangan ekonomi daerah yang tidak terfokus pula. Ini bisa dimengerti karena persoalan yang menjadi beban Pemerintah sangat besar dan beragam yang masing -masing menuntut penyelesaian segera. Padahal kapasitas fiskal negara sangat terbatas untuk mengakomodasi semua kepentingan (persoalan) yang ada.</p>
<p style="text-align:left;">Beberapa alternatif strategi yang bisa dilakukan untuk pengembangan ekonomi lokal, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Peningkatan kemampuan produsen lokal, agar bisa bersaing dengan produk non-lokal, baik dari daerah lain maupun internasional. Dengan penguatan tersebut, diharapkan akan memperbaiki kualitas produksi dan memperbesar peluang mengekspor barang-barang hasil produksi tersebut;</li>
<li>Memperbaiki kerjasama antarstakeholder untuk bisa saling mendukung dan mempromosikan kelompok lainnya. Dengan adanya kerjasama seperti ini, bisa memperkuat proses produksi dan perdagangan;</li>
<li>Mengalokasikan sumber daya kepada kelompok-kelompok yang mempunyai potensi berkembang yang cukup besar, akan tetapi tidak lantas melupakan kelompok lainnya;</li>
<li>Membuat suatu pusat perdagangan sebagai media interaksi antarkelompok usaha dengan pasar.</li>
</ol>
<p style="text-align:left;">Dalam proses pengembangan ekonomi lokal, harus diperhatikan pula komponen-komponen pendukung, baik dari internal maupun eksternal yang bisa mempengaruhi kelancaran proses pengembangan ekonomi lokal yang diharapkan. Beberapa faktor tersebut ialah infrastruktur dan kondisi lingkungan. Investasi di bidang infrastruktur sangat berperan besar dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Akan tetapi, hati-hati dalam proses penentuan jenis infrastruktur yang akan disiapkan untuk suatu daerah, karena harus sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Sedangkan kondisi lingkungan dalam hal ini ialah penciptaan <em>tools</em> yang memudahkan proses pengembangan ekonomi lokal, seperti penciptaan peraturan dan payung hukum, prosedur administratif, pajak, dan pungutan biaya, serta biaya-biaya tak terduga lainnya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Karin Svensson Smith om höghastighetståg]]></title>
<link>http://jakopdalunde.wordpress.com/?p=1036</link>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 14:13:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jakop Dalunde</dc:creator>
<guid>http://jakopdalunde.wordpress.com/?p=1036</guid>
<description><![CDATA[En av mina favoritriksdagsledamöter, Karin Svensson Smith, skriver i Sydsvenskan om hur höghastigh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>En av mina favoritriksdagsledamöter, <a href="http://mp.se/templates/Mct_77.aspx?avdnr=5&#38;number=73765&#38;avdelning=12455" target="_blank">Karin Svensson Smith</a>, skriver <a href="http://sydsvenskan.se/opinion/aktuellafragor/article360106/Lonsam-investering-oavsett-klimatnytta-.html" target="_blank">i Sydsvenskan</a> om hur höghastighetståg mellan storstadsregionerna är en god idé, oavsett klimatnyttan.</p>
<blockquote><p><span class="standardarticlebody">De snabbare tågen ger kortare restid, ökad tillgänglighet, frigör andra banor    för mer regionaltrafik och godstrafik, minskar energianvändningen och    utsläpp av hälso- och miljöfarliga ämnen, skapar ökad tillväxt i regionerna    där banan går, ökad tillgänglighet till kontinenten, minskat behov av    ekonomiska bidrag till flyget, minskat investeringsbehov i vägnätet och    mycket annat. </span></p>
<p><span class="standardarticlebody">Totalt sett gör dessa fördelar att höghastighetståg är lönsamt    för samhället, vilket har visats i ett flertal rapporter och utredningar. Att höghastighetstågen medför en tioprocentig minskning av transportsektorns    klimatpåverkan är viktigt nog, men investeringen är en ekonomiskt lönsam    affär även oavsett dess klimatnytta. </span></p></blockquote>
<p><a href="http://sydsvenskan.se/opinion/aktuellafragor/article360106/Lonsam-investering-oavsett-klimatnytta-.html" target="_blank">Läs!</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wie sieht Ihre Wunschimmobilie aus?]]></title>
<link>http://immio.wordpress.com/?p=122</link>
<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 21:08:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Peter Graf</dc:creator>
<guid>http://immio.wordpress.com/?p=122</guid>
<description><![CDATA[Mögliche Kriterien zur Auswahl Ihrer Liegenschaft:
Lage: Region, Stadt, Viertel
Art: Haus, Wohnung]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-162" src="http://immio.wordpress.com/files/2008/08/wunschhaus.jpg" alt="" width="100" height="95" />Mögliche Kriterien zur Auswahl Ihrer Liegenschaft:<!--more--></p>
<p><strong>Lage</strong>: Region, Stadt, Viertel<br />
<strong>Art</strong>: Haus, Wohnung, Loft, Penthouse, Grundstück<br />
<strong>Stil</strong>: Modern, Ländlich, Stadthaus<br />
<strong>Größe</strong>: Wohnnutzfläche, Personenanzahl<br />
<strong>Zubehör</strong>: Balkon, Terrasse, Garten, Keller, Garage, Kfz-Stellplatz, Pool, Sauna,<br />
<strong>Infrastruktur</strong>: Öffentliche Verkehrsmittel, Arbeitsplatz, Schule, Ärzte, Krankenhaus,<br />
Kultur, Freizeitmöglichkeiten<br />
<strong>Zustand</strong>: Neubau, Umbau, Renovieren, Sanieren</p>
<p> </p>
<p> <strong>Vavrovsky &#38; Graf Rechtsanwälte</strong></p>
<p>Salzburg - Austria</p>
<p>Kaufvertragserrichtung, Treuhandschaften, Transaktionsberatung,  Rechtslösungen</p>
<p><a href="mailto:office@vavrovsky.at"><span style="color:#1c9bdc;">office@vavrovsky.at</span></a></p>
<p><a title="Immio.at" href="http://www.immio.at/" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.immio.at</span></a></p>
<p><a title="Vavrovsky &#38; Graf Rechtsanwälte" href="http://www.vavrovsky.at/" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.vavrovsky.at</span></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemkot Berencana Renovasi Pasar Batu]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2008</link>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 09:57:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=2008</guid>
<description><![CDATA[Pemkot Batu berencana membangun Pasar Batu yang representatif. Kemarin, Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/08/pasar-buah-batu.gif" alt="" width="350" height="262" class="alignright size-full wp-image-2010" />Pemkot Batu berencana membangun Pasar Batu yang representatif. Kemarin, Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko kembali menyampaikan rencana itu kepada pedagang pasar buah. Wali kota banyak mendapat keluhan dari masyarakat tentang kondisi pasar yang kumuh dan tidak memenuhi syarat sehingga masyarakat enggan untuk masuk.</p>
<p>“Orang Surabaya, Jakarta yang banyak uang, tidak mau masuk ke dalam Pasar Batu. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka tuju dengan kondisi pasar seperti ini. Mereka akhirnya menghabiskan uang di luar Kota Batu,” kata Eddy Rumpoko, di hadapan pedagang Pasar Batu, kemarin.<!--more--></p>
<p>Sebelumnya, wali kota pernah mengajak perwakilan pedagang untuk melihat langsung pasar modern di Bangkok dan Jakarta. Harapannya ada keterbukaan pemikiran terhadap pasar yang representatif. Pembangunan pasar bukan hanya bertujuan agar pedagang dapat berdagang dengan baik, tapi untuk kelanjutan generasi berikutnya, 20 hingga 30 tahun mendatang.</p>
<p> Eddy tidak berharap, wisatawan yang datang ke Batu hanya mengunjungi Jatim Park, Selecta, Songgoriti atau lainnya. Pasar juga harus menjadi jujugan bagi wisatawan yang datang ke Batu. Sehingga perputaran uang tetap berada di Batu untuk menyejahterakan masyarakat.</p>
<p> “Pedagang tidak usah khawatir, pembangunan itu tidak akan memberatkan mereka. Kalau sudah ada keuntungan, dengan sendirinya pedagang akan mudah membayar PBB, retribusi dan lainnya. Kami akan berusaha menggandeng investor untuk membangunnya,” ungkap wali kota.</p>
<p> Untuk mengetahui pembangunannya, Eddy meminta kepada pedagang untuk menyerahkan data-data pedagang sesuai komoditasnya. Nanti akan diketahui bagaimana master plan pembangunan pasar yang dibutuhkan. “Pengurus pedagang yang terbentuk dapat melakukan komunikasi dengan Pemkot,” terangnya.</p>
<p> Wali kota melihat kondisi pasar buah yang sering banjir, bocor dan kotor yang menyebabkan  masyarakat enggan masuk. ‘’Saya prihatin pasar ini sepi, karena orang enggan masuk ke dalamnya. Ya wajar kalau mereka tidak mau masuk karena kondisinya memang tidak layak,’’ terangnya.</p>
<p> Ketua Himpunan Pedagang Buah (HPB) Pasar Batu, Damir sepakat dengan program pembangunan pasar. Hanya saja, perlu ada kepastian dari Pemkot Batu terhadap pembangunan pasar itu. Karena itu, Damir mengajak langsung wali kota untuk mengetahui dari dekat kondisi pasar buah yang sebenarnya.<br />
“Pantas kan pasar buah yang ada saat ini untuk tetap dipertahankan. Perlu banyak renovasi,” tegasnya. (aim) (Muhaimin/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Proyek Gerbang Timur Jalibar Macet]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=1998</link>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 09:41:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=1998</guid>
<description><![CDATA[Pemkab Malang kembali dipusingkan persoalan pembebasan lahan Jalur lintas barat (Jalibar) sepanjang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/08/jalibar.gif" alt="" width="350" height="245" class="alignleft size-full wp-image-1999" />Pemkab Malang kembali dipusingkan persoalan pembebasan lahan Jalur lintas barat (Jalibar) sepanjang ± 800 meter yang berlokasi di Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen. Padahal, lahan persawahan di dekat jalan arteri utama lintas Malang-Blitar itu, sedianya difungsikan sebagai gerbang timur Jalibar.</p>
<p>Sesuai rencana awal, total panjang Jalibar diperkirakan mencapai ± 5,3 km, mulai dari koridor barat di Desa Ngasem Kecamatan Ngajum, hingga koridor timur Desa Ngadilangkung dan Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen.<!--more--> Jalibar, terbagi dalam dua jalur kendaraan dengan lebar badan jalan mencapai 26 meter, sedangkan lebar gerbang timur dan barat masing-masing sekitar 30 meter.</p>
<p>Hingga saat ini Pemkab Malang telah berhasil membebaskan lahan sepanjang 4,5 km. Dari luasan tersebut, Pemkab telah membuka lahan sepanjang 3 km, sedangkan sisanya (1,5 km) baru dibebaskan pada periode Juli-Agustus ini. Sehingga panjang jalan yang masih belum terbebas ±800 meter, merupakan areal persawahan milik sekitar 28 KK (kepala keluarga).</p>
<p>“Masih macet, belum deal harga, warga meminta harga tanah diatas penaksiran tim apreisal,” ungkap Kasubag Pertanahan Sekdakab Subianto ditemui Malang Post kemarin.</p>
<p>Subianto mengatakan, lahan yang belum bebas itu berujung di utara Rumah Makan Ottario Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen. Jika jalur itu gagal karena warga enggan melepaskan tanahnya, maka Pemkab segera menyiapkan dua jalur alternatif (lihat gambar peta). Alternatif pertama Jalibar bakal ditembuskan ke areteri utama melalui sisi utara STIT Raden Rachmat.</p>
<p>“Alternatif kedua kita bakal memakai jalan desa Ngadilangkung, di selatan tugu perbatasan Kepanjen, persisnya depan rumah Walikota Malang Peni Suparto,” imbuh Subianto.</p>
<p>Hanya saja, menurut Subianto, Bupati Sujud Pribadi mengintruksikan agar jalur di sekitar RM Ontario maupun jalur alternatif kedua yakni jalan desa Ngadilangkung sama-sama dihidupkan sebagai gerbang timur Jalibar. Subianto menambahkan Tim Penilai Harga Tanah  (TPHT) Kabupaten Malang selaku apreisal menaksir harga di areal itu sekitar Rp 125 Ribu per meter.</p>
<p>“Itu sudah harga pasaran, pada pembebasan lahan terakhir kita memberi harga Rp 125 Ribu per meter, dengan anggaran sekitar Rp 4,225 Miliar untuk lahan sepanjang 1,5 km dengan lebar 26 meter,” urainya.<br />
Persoalan pembebasan lahan yang berpotensi makin berlarut itu, bisa jadi menghambat terhubungnya Jalibar ke arteri utama Malang-Blitar. Kondisi seperti itu bukan sekali ini dialami Pemkab Malang. Malah, hingga kini pembebasan lahan milik dua KK (Kepala Keluarga) di koridor barat Jalibar masih belum tuntas juga.</p>
<p>“Kami terhambat karena umumnya masyarakat belum bisa menerima harga yang ditawarkan pemerintah, padahal harga ditetapkan oleh tim apreisal independen,” pungkas Subianto.(ary/eno)<br />
(Ary Bagus/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
